Andre Rosiade ingatkan Sukmawati untuk hati-hati dalam berbicara/rmol
JAKARTA(RIAUPOS.CO)-Sukmawati Soekarnoputri kembali menjadi buah bibir. Bukan karena sebuah prestasi, Sukmawati kembali menjadi perhatian masyarakat karena melontarkan pernyataan penuh kontroversi.
Dalam sebuah diskusi bertema "Bangkitkan Nasionalisme, Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme" Sukma membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan ayahnya, Presiden RI pertama Ir Soekarno.
Akibat ucapan itu, banyak pihak yang marah dan menilai salah satu putri Bung Karno ini telah melecehkan Nabi Muhammad SAW. Sukma pun dihujani kritik dan hujatan. Bahkan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dengan tuduhan telah melakukan penistaan agama.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade ikut berkomentar melalui media sosial Twitter pribadinya.
"Dulu bu Sukmawati ramai soal Konde dan Jilbab. Sekarang ramai soal Nabi Muhammad dan Bung Karno. Saran saya, supaya tidak berpolemik, Ibu Sukmawati segera minta maaf," ungkap Andre, Senin (18/11).
"Dan berhati-hati berkomentar mengenai hal agama Islam yang mungkin Ibu kurang pahami. Negara ini butuh persatuan bukan kegaduhan," sambungnya.
Pernyataan Sukma itu terekam dalam sebuah video yang cepat menjadi viral. Sukmawati seolah mempertanyakan peran Nabi Muhammad SAW saat merebut kemerdekaan Indonesia.
"Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Insinyur Soekarno? Untuk kemerdekaan Indonesia? Saya minta jawaban,” ujar Sukmawati dikutip dari video yang beredar tersebut.
sumber: rmol.id
editor: Deslina
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…