Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti meninjau kapal MV Nika yang ditangkap di perairan Selat Malaka, Jumat (16/7) lalu. Kapal tersebut kini diamankan di Jembatan II Barelang, Senin (15/7). (F. Dalil Harahap/Batam Pos/Jawa Pos Group)
JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Kiai karismatik KH Ahamd Mustofa Bisri atau Gus Mus mendoakan Susi Pudjiastuti kembali terpilih sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di pemerintahan Joko WIdodo (Jokowi) periode kedua. Kinerja Susi dinilai membawa banyak perubahan di tanah air, terutama di sektor perikanan.
Gus Mus khawatir Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan kembali ‘suram’ jika tinggal perempuan nyentrik asal Pangandaraan tersebut. “Mudah-mudahan Bu Susi berlanjut. Jangan sampai terjadi lagi di beberapa kementerian enggak usah disebutkan namanya, sudah baik ditinggal jadi seperti semula (buruk),†ujar Gus Mus dalam acara peluncuran dan bedah buku Transformasi Kelautan dan Perikanan 2014-2019 di Jakarta, Jumat (18/10).
Doa serupa diungkapkan budayawan nyentrik Jaya Suprana. Menurut Jaya, salah satu keputusan paling tepat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah mengangkat seorang Susi Pudjiastuti. Jika tidak menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Jaya Suprana mendoakan Susi dipilih Jokowi sebagai Menteri Perhubungan.
“Kalau tidak di kelautan, ya jadi minimal Menteri Perhubungan, ngurusin masalah penerbangan ini pesawat-pesawat, pasti akan memberikan sesuatu gebrakan,†kata Jaya.
Mendengar itu, Susi yang mengenakan blus merah muda dan syal motif bunga hanya tersenyum.
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…