(RIAUPOS.CO) – Untuk pertama kalinya bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, harus meresapi detik-detik pengibaran bendera merah putih secara virtual. Setelah pada pagi hari, pengibaran secara oline via video conference ke Istana Negara, Bupati Catur Sugeng Susanto mengenakan pakaian adat kebesaran Kampar. Dirinya mengenakan pakaian Datuok Rajo Batuah, sesuai dengan gelar adat yang kini disandangnya.
Catur Sugeng menyebutkan, kendati hanya virtual, hal itu tidak boleh menurunkan semangat dan rasa syukur pada peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia tahun ini. Hari kemerdekaan tetap harus disyukuri dan perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan tetap harus diresapi. ‘’Kita harus bangga, bahagia dan bersyukur masih dapat mengibarkan Bendera Merah Putih dimasa pandemi ini dengan protokol kesehatan,’’ ungkap Catur.
Tidak jauh berbeda denga pengibaran bendera, penurunan bendera juga digelar secara virtual. Bedanya, pada kegiatan yang digelar pada sore hari itu, Catur Sugeng tidak lagi mengenakan pakaian adat. Bertempat di Balai Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto didampingi istrinya, Muslimawati serta segenap Forkopimda Kampar mengikuti kegiatan penurunan Bendera Merah Putih.
Kegiatan upacara yang diikuti secara khidmat diikuti juga oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar. Dimulai sekitar pukul 17.15 WIB sore, kegiatan tersebut berjalan dengan sukses dan lancar sekitar 30 menit. Bupati dan Forkopimda mengikuti Penurunan Bendera Sang saka merah Putih secara virtual itu dari awal hingga Presiden RI Joko Widodo meninggalkan podium upacara.(adv)
Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…
Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…
Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli
Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…
Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…
RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…