Ketum Forum honorer K2 Indonesia Titi Purwaningsih (kiri) saat aksi unjuk rasa di depan Istana Negara,Selasa (30/10-2019). foto/JPNN.com
JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Honorer K2 tengah kelimpungan. Pasalnya, para pengurus honorer K2 sedang berseteru. Mereka pun kesulitan menentukan pilihan.
“Bingung kami, mau ke Bu Titi Purwaningsih atau Pak Bhimma,†kata pengurus Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Kabupaten Tasikmalaya Susilawati kepada JPNN, Kamis (18/7).
Dia menambahkan, tenaga teknis di Kabupaten Tasik membutuhkan forum yang bisa mengantarkan mereka menjadi PNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Susilawati mengungkapkan, honorer K2 yang sudah mengantongi SK bupati Tasikmalaya sebanyak 1.904 orang.
Lima orang belum menerima SK bupati. Honorer K2 yang sudah lulus CPNS mencapai 120 orang.
Sementara itu, honorer yang lulus PPPK tahap pertama sebanyak 716 orang. Honorer yang belum lulus dan belum ikut sebanyak 1.013 orang.
“Yang 1.013 orang itu paling banyak dari tenaga teknis. Saya saja enggak bisa ikut tes PPPK karena saya bekerja di SMPN 2 Jatiwaras sebagai tata usaha pengelola aset barang. Padahal saya bekerja sejak 20 Juli 1992,” tuturnya.
Menurut Susilawati, saat ini ribuan honorer K2 di Tasikmalaya sedang bingung menentukan sikap.
Mereka terancam dihapus dari PHK2I yang dinakhodai Titi bila mengikuti musyawarah nasional honorer K2 Indonesia di Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat, 26-27 Juli 2019.
Sebaliknya, bila ikut munas, tidak ada jaminan tenaga teknis bakal diakomodasi.
“Kami ingin sekali ikut tes PPPK tahap kedua. Namun, apakah forum bisa memperjuangkan kami yang tenaga teknis? Selama ini cuma tenaga guru, penyuluh, dan kesehatan yang diakomodasi,” kata dia.
Susilawati pun berharap seluruh pengurus bisa bersatu agar perjuangan tetap menggelora. (esy)
Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…
Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…
Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…
RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…