Categories: Nasional

Bulan Alquran

ALHAMDULILLAH kita kembali menemui bulan suci Ramadan. Bulan yang paling ditunggu umat Islam sejagat. Orang yang beriman, menyambut bulan Ramadan penuh dengan kegembiraan. Kenapa mereka gembira? Karena bulan ini dengan penuh hikmah, penuh dengan barokah.
Bulan Ramadan adalah bulan untuk pertama kalinya Allah menurunkan Alquran sebagai pedoman hidup, yang akan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan hakiki, sejak dari dunia hingga sampai ke hari akhirat kelak. Semua orang tentu ingin hidup bahagia. Bukan hanya di dunia tapi juga di hari akhirat yang kekal selamanya.

Alquran benar-benar telah memberi informasi yang sangat jelas bagi seluruh umat manusia bahwa hidup di dunia ini hanya bersifat sementara. Sedangkan kehidupan yang hakiki hanya akan terjadi di hari akhirat. Di sana Allah telah menyediakan semua fasilitas bagi kebahagiaan hakiki tersebut yaitu surga. Namun masih banyak orang yang tidak tahu dan tidak paham, karena mereka tidak membaca, mempelajari, menghayati dan mengamalkan ajaran Alquran. Sehingga mereka akan terjerumus ke jurang api neraka Allah yang maha dahsyat panasnya, kekal selamanya. Mereka pasti akan menyesal.

Bagi mereka yang pernah tinggal di negara nonmuslim seperti Jepang, pasti merasa perbedaan yang sangat nyata kehidupan orang yang yakin dengan kebenaran ajaran Alquran dengan mereka yang tidak paham dengan Alquran. Di negara-negara nonmuslim tersebut, kedatangan bulan Ramadan sama sekali tidak berpengaruh kepada kehidupan mereka. Mereka sama sekali tidak mengetahui dan memahami bahwa bulan Ramadan itu penuh keberkahan. Karena itulah tidak heran, ketika saya berpuasa pada bulan suci Ramadan di Jepang, teman-teman saya orang Jepang heboh. Termasuk dosen pembimbing saya. Mereka keheranan, kenapa saya tidak mau minum dan makan pada saat kami sama-sama mengambil sampel plankton di Teluk Nagasaki, Jepang. Padahal waktu itu sedang musim panas, dengan suhu udara mencapai di atas 45 derajad celcius dan udaranya sangat kering dengan cahaya matahari bersinar lebih dari 18 jam. Saya jelaskan kepada mereka bahwa saya selaku umat Islam sangat yakin dengan kebenaran ajaran Alquran, yang mewajibkan saya melaksanakan ibadah puasa bulan suci Ramadan.

Dalam diskusi antara sesama mereka, saya menangkap kesan, betapa mereka prihatin sekaligus kagum  terhadap keyakinan saya. Namun mereka merasa berutung karena mereka tidak dilahirkan di Indonesia. Kalau dilahirkan di Indonesia pasti mereka sama dengan saya (Tengku Dahril) kata mereka sambil ketawa. Saya tahu bahwa mereka sedang mengejek saya, termasuk profesor pembimbing saya yang sempat membujuk saya untuk makan bersama mereka.

“Makanlah Tengku Dahril,” katanya.

“Tuhanmu pasti tidak  akan lihat kalau kamu makan di Jepang ini,” katanya lagi.

Saya dengan senang hati menjelaskan kepada mereka bahwa saya selaku umat Islam yakin akan kebenaran ajaran Alquran, yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW sejak lebih dari 14 abad silam. Karena itu saya sama sekali tidak merasa berat untuk melaksanakannya. Oleh karena itu pula tidak perlu khawatir. Sejak itu mereka tidak pernah mengejek saya.

Benarlah firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya  Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan (penjelasan-penjelasan) mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang salah). Karena itu barang siapa di antara kamu ada di bulan itu maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa) maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupi bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur”. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Bagi saya yang pernah tinggal di negara nonmuslim, saya benar-benar merasa bersyukur karena dilahirkan di Indonesia. Sehingga sejak dari awal kehidupan saya sudah mengenal ajaran Alquran. Andaikan saya dilahirkan di Jepang, saya tidak yakin apakah saya akan bergembira dengan kedatangan bulan suci Ramadan. Karena saya tidak pernah membaca Alquran. Karena itu pulalah saya merasa yakin bahwa Alquran ini benar-benar pembeda, antara yang hak dan yang batil, antara kita yang  muslim dengan mereka yang tidak pernah mengetahui isi kandungan  Alquran. Alquran adalah petunjuk sekaligus cahaya bagi orang yang beriman  (An-Nur ayat 35).

Alhamdulillah pada hari ini umat Islam di seluruh penjuru dunia mulai melakukan ibadah puasa pada bulan suci Ramadan. Itulah pembeda yang sangat kontras antara kita yang sudah membaca, mempelajari dan meyakini akan kebenaran ajaran Alquran dengan mereka yang tidak pernah membaca, mempelajari dan meyakini akan kebenaran ajaran Alquran. Sehingga mereka tidak melakukan perintah Allah yang seharusnya mereka lakukan. Karena itu pada suatu saat nanti pasti mereka akan menyesal secara berkekalan. Benarlah firman Allah  dalam surat Al-Qamar ayat 17, 22, 32, dan 40 yang secara berulang Allah telah menyampaikan yang artinya, Dan sungguh, telah Kami mudahkan Alquran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maha benar Allah dengan segala firmannya.

Kalau kita lihat kalender Hijriyah, tahun ini puasa kita in sya Allah 30 hari sesuai dengan 30 juz Alquran. Karena itu mari kita baca Alquran satu juz setiap malam  selama Ramadan tahun ini. In sya Allah kalau kita baca, pelajari, hayati dan amalkan isi kandungan Alquran, kita akan mendapatkan hikmah yang banyak yang hanya bisa kita rasakan setelah kita melakukannya.***

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Siap Rebut Trofi Kemenangan, SMA Kalam Kudus Pekanbaru Sambut Roadshow Honda DBL 2026

Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…

12 jam ago

Jembatan Sarang Elang Kecil di Batang Peranap Roboh, Dinas PUPRPKP Inhu Cari Solusi Penanganan

Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…

13 jam ago

Pameran Budaya Internasional 2026 UIN Suska Riau Suguhkan Roti Canai Hingga Teh Tarik Khas Malaysia

Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…

13 jam ago

Pelebaran Jalan HR Soebrantas Ditargetkan Selesai Desember 2026, Sisi Depan Unri Jadi 16 Meter

Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…

13 jam ago

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

1 hari ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

1 hari ago