INTERNET
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Dua pekan ini kabar tentang serangan ular kobra terdengar di mana-mana. Bukan di hutan, kebun, atau sawah saja. Beberapa kawasan perumahan pun menjadi tempat munculnya ular berbisa tersebut.
Peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidi menyampaikan teori ledakan populasi ular kobra di sejumlah lokasi di Pulau Jawa. Dia menegaskan, fenomena3 itu alamiah dan terjadi setiap tahun. ”Tahun lalu juga ada. Tapi tidak terekspos,” kata dia saat dihubungi kemarin (16/12). Amir mengatakan, iklim saat ini cocok dengan masa menetasnya telur kobra.
Dia mengungkapkan, kobra adalah ular yang memiliki daya adaptasi bagus. Faktor cuaca yang ideal itu ditambah dengan nyaris punahnya predator anakan ular kobra. ”Siapa sih predator anakan kobra. Yaitu garangan (Herpestes javanicus) dan elang,” katanya. Menurut dia, dua predator anakan kobra nyaris tidak ada alias punah.
”Kenapa anakan kobra banyak ditemukan di rumah-rumah, ya karena kondisinya ideal,” tuturnya. Di antaranya, di perumahan banyak populasi tikus.
Sementara itu, dokter spesialis emergency asal Kediri Tri Maharani mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada bahan kimia yang mampu mengusir ular.
Soal penanganan gigitan ular, Maha menegaskan bahwa tindakan pertama bukan mengeluarkan bisa dengan menyedot darah atau mengikat area gigitan ular agar bisa tidak menyebar. Cara tersebut dipastikan salah! Tindakan pertama yang benar ialah melakukan imobilisasi atau mengondisikan korban agar tidak bergerak.
”Imobilisasi dilakukan dengan menggunakan kayu atau bambu,” katanya. Fungsinya agar dapat menahan kaki dan tangan supaya tidak bergerak.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…
Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…
DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…
Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…
Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…