BRIDGETOWN (RIAUPOS.CO) – Barbados ingin mencopot Ratu Inggris Elizabeth sebagai kepala negara. Rakyat di negeri Karibia itu ingin negara mereka menjadi sebuah republik.
Barbados, bekas koloni Inggris yang memperoleh kemerdekaan pada 1966, tetap mempertahankan hubungan resmi dengan monarki Inggris seperti halnya banyak negara lain yang dulunya menjadi bagian dari Kerajaan Inggris.
Sebut saja Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Meski ketiganya memiliki pemerintahan sendiri, kedaulatan mereka dipegang oleh penguasa Inggris, Ratu Elizabeth II, selaku kepala negara.
“Tiba waktunya untuk secara penuh meninggalkan masa lalu kolonial kami,” kata Gubernur Jenderal Barbados, Sandra Mason, menyampaikan pidato atas nama Perdana Menteri Mia Mottley, dikutip Reuters, Rabu (16/9/2020).
“Rakyat Barbados menginginkan Kepala Negara adalah warga Barbados. Ini adalah pernyataan terakhir dari keyakinan tentang siapa kita dan apa yang mampu kita capai. Oleh karena itu, Barbados akan menempuh langkah logis selanjutnya menuju kedaulatan yang penuh dan menjadi republik pada saat kita merayakan Hari Kemerdekaan ke-55 (tahun),” ucapnya.
Hari jadi Barbados ke-55 itu akan dirayakan pada 30 November tahun depan. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Kerajaan Inggris tentang hal tersebut.
Sumber: Reuters/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
Warga keluhkan kondisi jalan Parit Guntong–Pulau Kijang di Inhil yang rusak dan berlumpur. Mereka berharap…
Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan guru di Dumai meninggal dunia saat dirawat di RSUD setelah…
Daikin menyalurkan 1.000 paket sembako melalui program Roda-Roda Ramadan kepada masyarakat dan lansia sebagai bagian…
Program buka puasa Arabian Delight di Aryaduta Pekanbaru diminati masyarakat. Tamu berkesempatan meraih hadiah umrah…
Direksi Pertamina Drilling meninjau Rig PDSI#54.2 di wilayah kerja PHR Rokan untuk memastikan operasional berjalan…
Agung Toyota Riau meluncurkan Toyota New Veloz Hybrid EV di Mal SKA Pekanbaru. Pengunjung bisa…