EKSPOSE: Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Suhirman (tengah) didampingi Wadir Resnarkoba AKBP Andri Sudarmadi (kanan) dan Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto (kiri) menunjukkan barang bukti narkoba, 10 kg sabu-sabu dan 15.940 butir ekstasi saat ekspose di kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Selasa (16/7/2019). (MHD AKHWAN/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pesisir pantai timur Provinsi Riau masih menjadi jalur sutera penyeludupan narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba). Kendati kerap tertangkap oleh aparat penegak hukum, namun tidak menjadi efek jera bagi sindikat pengedar barang haram itu.
Hal itu dibuktikan dengan pengungkapan yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau. Tak tanggung-tanggung jumlahnya, 10 kilogram sabu dan 15.500 butir pil ekstasi berhasil digagalkan peredarannya dengan meringkus tiga tersangka.
Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Suhirman menyampaikan, pengungkapan penyeludupan narkotika jenis sabu dan ekstasi memakan waktu yang cukup panjang setelah menerima informasi dari masyarakat.
“Pengungkapan ini memakan waktu yang lama. Kita melakukan penyelidikan hampir satu bulan,†ujar Suhirman didampingi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto dan Wadir Resnarkoba, AKBP Andri Sudarmadi, Selasa (16/7).
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…
Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…
Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…
RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…