Categories: Nasional

Bazar Bunga, Inisiatif Redam Lesunya Penjualan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pandemi virus Covid-19 yang menimpa tanah air sejak awal Maret lalu telah berdampak cukup signifikan terhadap sektor ekonomi Indonesia. Sejumlah pihak pun menyebutkan bahwa sektor yang paling terdampak di antaranya adalah sektor rumah tangga, UMKM, korporasi, dan sektor keuangan.

Bahkan, untuk permintaan konsumen di dalam negeri terhadap florikultura pun juga cukup terimbas akibat virus corona. Pasalnya, komoditas florikultura memiliki masa kesegaran yang berbeda dengan komoditas pertanian yang lain.

"Terutama bunga dan daun potong karena sifat komoditas ini yang memiliki vaselife (masa kesegaran) terbatas sekitar dua pekan," ujar Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Liferdi Lukman melalui keterangan tertulisnya, Jumat (17/4).

Bahkan, akibat hal itu, beberapa petani florikultura mengeluhkan sepinya permintaan bunga seperti yang dialami oleh petani bunga krisan di Kabupaten Cianjur.

Salah satu yang mengeluhkan hal itu, yakni Andi Burdah Zawahir, seorang petani (bunga) krisan sekaligus sebagai ketua kelompok tani Selaawi Mukti di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur yang membeberkan bahwa penjualan krisan menurun hampir 100 persen setelah adanya virus corona.

"Kebijakan lockdown di beberapa daerah guna menghambat penyebaran virus corona seperti imbauan stay at home, jaga jarak (physical distancing) dan penundaan hajatan seperti pernikahan dan kegiatan lainnya yang biasanya membutuhkan bunga untuk dekorasi, sangat bepengaruh terhadap penjualan bunga dan daun potong," kata dia.

Walaupun demikian, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur tidak tinggal diam. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur Ahmad Nano mengungkapkan, guna mengurangi beban kerugian petani bunga potong pihaknya menyelenggarakan bazar bunga.

"Acaranya 6 April di kantor dinas setempat. Bazar dimaksudkan untuk menyerap produk bunga potong tersebut. Pada bazar tersebut terjual krisan hingga 450 ikat dan rencananya kami akan mengadakan bazar serupa jelang akhir Ramadan atau setelah Hari Raya Idul Fitri," jelasnya.

Insiatif tersebut sangat diapresiasi oleh Kementan. Liferdi menyampaikan bahwa selain untuk memberikan empati dan motivasi kepada petani yang usahanya sedang terpuruk.

"Kami menghimbau kepada pemerintah daerah lainnya, organisasi atau para dermawan yang peduli mengapresiasi kepada tim medis dan paramedic pejuang Covid-19, dapat melakukan hal yang sama sekaligus dapat membantu petani bunga," jelas Liferdi.

Meskipun di tengah pandemi, Liferdi menyampaikan bahwa justru saat inilah momen yang bagus untuk menggenjot produksi florikultura dalam negeri.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Resmi! Batas Pelaporan SPT Orang Pribadi Mundur Jadi 30 April

Pemerintah perpanjang batas lapor SPT hingga 30 April 2026. Wajib pajak kini punya waktu tambahan…

23 jam ago

Penertiban PETI, Polisi Musnahkan 9 Rakit di Inhu dan Kuansing

Polisi musnahkan 9 rakit PETI di Inhu dan Kuansing. Pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba…

1 hari ago

SPBU Terbatas, Warga Bagansiapiapi Harus Antre Lama Isi BBM

Warga Bagansiapiapi antre BBM hingga 1 jam usai Lebaran. Lonjakan konsumsi picu antrean, pemerintah pastikan…

1 hari ago

Kriteria Diperketat, Penerima Bantuan Pangan di Pekanbaru Justru Meningkat

Pemko Pekanbaru perketat kriteria bantuan pangan, namun jumlah penerima naik jadi 63 ribu KK lewat…

1 hari ago

Jalan Rusak di Pekanbaru, Lubang di HR Soebrantas Bikin Pengendara Waswas

Lubang besar di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru membahayakan pengendara. Warga minta segera diperbaiki karena rawan…

1 hari ago

Kebakaran Meluas di Rupat Bengkalis, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Karhutla di Rupat Bengkalis meluas hingga 50 hektare. Kemarau, akses sulit, dan minim air jadi…

2 hari ago