kompor
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suatu hari Nana sedang memasak di dapur. Ia membuat nasi goreng untuk makan malam dengan adiknya.
Ia pun memasukkn bumbu satu per satu dan kemudian memasukkan nasi. Dengan santai ia mengaduk-aduk nasi tersebut, sambil bernyanyi riang gembira.
Namun, ia heran karena merasa menggoreng nasi dengan api sekecil mungkin. Bukan api berwarna biru yang keluar dari kompor gas, melainkan api berwarna kuning yang menyala.
Kendati demikian, ia tak menggubrisnya dan terus mengaduk nasi goreng dalam wajan. Api pun semakin membesar dan membuat Nana panik. Ia mematikan api tapi api tak kunjung padam.
Mendengar teriakan kakaknya di dapur, adik Nana langsung berlari dan kaget melihat api yang menyala-nyala. Ia segera menyiram kompor dengan api namun tidak padam.
Akhirnya Nana tersadar, beberapa waktu lalu ia meletakkan kain di bawah kompor agar kompor tidak bergerak-gerak karena meja yang licin. "Alamaak, bukan kompornya yang terbakar. Itu kainnya," ujar Nana.
Nana langsung mengangkat kompornya dan menarik ujung kain yang terbakar dari bawah kompor gas, kemudian menyiramnya dengan air hingga padam.(anf)
Pemko Pekanbaru mulai terapkan WFH bagi ASN. Skema kerja diatur masing-masing OPD, namun pelayanan publik…
Driver ojol di Siak dirampok dan diserang dengan senjata tajam. Dua pelaku ditangkap, dua lainnya…
Bupati Rohul serahkan bantuan korban kebakaran di Lenggopan dan janji bangun kembali rumah. Korban diharapkan…
Gangguan server pusat membuat layanan KTP-el di Pekanbaru terhenti sementara. Disdukcapil minta warga bersabar hingga…
Mobil dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis mengalami kecelakaan. Korban luka serius dan dirawat intensif di…
Pemkab Siak membuka seleksi direksi PT BSP. Kesempatan terbuka bagi putra putri terbaik dengan kualifikasi…