Categories: Nasional

Diskes Minta Masyarakat Waspada DBD

ROKANHULU (RIAUPOS.CO) — Mengingat curah hujan yang tidak menentu di Riau khususnya di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terkadang cuaca panas dan hujan sangat berpengaruh terhadap serangan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Untuk mengantisipasi berkembangnya wabah penyakit DBD, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul meminta proaktif masyarakat di 16 kecamatan se Rohul untuk melakukan pencegahan dengan membersihkan lingkungan dan sarang nyamuk dilingkungan tempat tinggalnya.

Dengan tidak, membiarkan air hujan tertampung dan tergenang disuatu tempat seperti kaleng, botol dan ban  bekas, ember dan lain sebagainya. Sebab dalam tampungan air itu, akan dapat berkembangbiaknya perindukan nyamuk aedes aegypty melalui gigitan dapat menyebabkan penyakit DBD.

"Kita imbau kepada seluruh masyarakat  di Rohul, untuk tetap waspada terhadap penyebaran dan gigitan nyamuk aedes aegypty yang dapat menyebabkan penyakit DBD di lingkungan tempat tinggalnya. Karena cuaca ekstrim yang terjadi di Rohul serta lingkungan pemukiman masyarakat yang kurang bersih, sangat berpotensi berkembangnya wabah DBD atau nyamuk aedes aegypti," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr Bambang Triono kepada Riau Pos, Jumat (15/11).

Menurutnya, Diskes Rohul menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas se Rohul, untuk dapat melakukan pemantauan dan penyululuan kepada masyarakat terhadap antisipasi dini penyebaran wabah DBD di wilayah kerjanya masing-masing.

Selain bergerak cepat melakukan pemberantasan sarang nyamuk pihaknya minta masyarakat harus waspada dan antisipasi dini dengan melakukan gotong royong, membersihkan perkarangan di lingkungan rumah. Karena lingkungan yang bersih, dapat terhindar dari berbagai penyakit," katanya.

Bambang meminta kepala desa, Lurah se Rohul untuk menggalakan kegiatan goro massal di daerahnya dalam rangka membersihkan lingkungan, antisipasi agar tidak berkembang sarang nyamuk aedes aegypt dan melakukan gerakan 3 M yakni Menguras (bak mandi), Mengubur (barang-barang bekas) dan Menutup serta menaburkan bubuk abate sekaligus memasang kasa nyamuk. Bila prinsip itu dilaksanakan, maka dapat terhindar dari penyakit DBD," tuturnya.

Sebab, bila masyarakat mempraktekan prilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, maka akan dapat terhindar dari penyakit yang bisa memamtikan itu.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Seleksi Komisaris PT BLJ Resmi Dibuka, Ini Pesan Pemkab Bengkalis kepada Peserta

Pemkab Bengkalis membuka seleksi Komisaris PT BLJ. Empat peserta mengikuti serangkaian uji kelayakan dan kepatutan…

11 jam ago

BPBD Catat 20 Bangunan Terdampak Abrasi di Kuala Enok dalam Tiga Hari

Abrasi yang melanda Kuala Enok selama tiga hari merusak 20 bangunan dan fasilitas umum. Kerugian…

11 jam ago

Jadi Saksi di Sidang Korupsi Abdul Wahid, UAS Ungkap Fakta di Balik Pilgub Riau

Kesaksian UAS di sidang Abdul Wahid mengungkap perjalanan politik, dukungan Pilgub Riau, hingga konflik kepemimpinan…

13 jam ago

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya ke Ruang Kreatif

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning di Galeri Hang Nadim hadirkan karya seni yang…

1 hari ago

PLN UIP Sumbagteng Gelar Fun Walk di Bukittinggi, Perkuat Kebersamaan dan Budaya Hidup Sehat

PLN UIP Sumbagteng menggelar Fun Walk dalam Wellbeing Day di Bukittinggi untuk memperkuat kesehatan, sinergi,…

1 hari ago

Senat Unri Sahkan Delapan Bakal Calon Rektor, Tahapan Penentuan Tiga Kandidat Segera Digelar

Senat Universitas Riau menetapkan delapan bakal calon rektor periode 2026-2030. Tahap penyaringan dan penetapan tiga…

1 hari ago