Categories: Nasional

Soal #PercumaLaporPolisi, Begini Saran DPR kepada Polri

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi III DPR, Taufik Basari, meminta Polri tidak defensif dalam menyikapi berbagai tagar yang mengkritik kinerja Polri, seperti #PercumaLaporPolisi.

Menurutnya, Polri tidak boleh menganggap pihak yang menggaungkan tagar tersebut sebagai pihak yang tidak suka kepolisian.

"Oleh karena itu penyikapannya jangan defensif, penyikapan jangan kemudian merasa pihak yang mengangkat isu sebagai orang yang tidak suka Polri, bukan," kata katanya di Jakarta.

Berbagai tagar terkait kinerja Polri itu, lanjut politikus Partai NasDem itu, seharusnya menjadi alat introspeksi diri kepolisian.

Menurut Taufik Basari, Polri juga harus melihat berbagai tagar itu sebagai masukan bahwa sebagian netizen atau pengguna media sosial mulai tidak percaya dengan Polri dan berharap Polri lebih baik di hari mendatang.

"Kalau saya melihat mereka punya harapan agar Polri lebih baik. Oleh karena itu penyikapannya adalah kalau dianggap ada ketidakpercayaan ini mana yang kurang dari kita perlu diperbaiki," ujar dia.

"Karena syarat melakukan perbaikan adalah menyadari dulu kekurangannya, kecuali kalau kita merasa tidak ada kekurangan berarti tidak ada yang perlu diperbaiki," lanjut Tobas.

Untuk diketahui, tagar #PercumaLaporPolisi muncul ketika ramai kasus pelecehan seksual kepada ketiga anak oleh ayahnya sendiri di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Namun, dalam kasus ini Polres Luwu Timur menghentikan penyelidikan perkara tersebut pada 2019.

Banyak warganet yang marah sekaligus sedih dengan kasus tersebut. Tidak sedikit pula yang menuturkan kisah mereka ketika membuat laporan kepada pihak kepolisian namun tak diproses.

Belakangan, muncul dugaan polisi menggunakan buzzer untuk menangkal hashtag atau tagar #PercumaLaporPolisi dengan #PolriSesuaiProsedur dalam kasus Luwu Timur sebelumnya ramai di media sosial.

Polisi pun membantah telah menggunakan buzzer untuk menangkal isu yang berkembang di media sosial terkait kasus pencabulan tiga anak di bawah usia 10 tahun yang terjadi di Kabupaten Luwu Timur.

"Terkait dengan tagar percuma lapor polisi, perang hashtag kita tidak pernah perang," kata Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan di gedung Bareskrim Polri, Rabu (13/10).

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

18 jam ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

19 jam ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

1 hari ago

Satu Tim dengan Sang Putra, Kebahagiaan Coach Suryo Dampingi Debut Alif di Firstman

Kepala pelatih MAN 1 Pekanbaru Suryo Pranoto merasakan kebahagiaan tersendiri saat mendampingi putra kandungnya, Muhammad…

1 hari ago

WNA Asal India Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Jalan Hang Tuah Duri

Seorang WNA asal India berinisial SR (61) ditemukan tidak bernyawa di kamar hotel kawasan Jalan…

2 hari ago

Polda Riau Libatkan Bhabinkamtibmas dalam Program Rehabilitasi Mangrove M4CR

Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono memperkuat komitmen menjaga ekosistem pesisir…

2 hari ago