Categories: Nasional

Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Mata, dan Pemberian Kacamata di Posyandu Lansia Kecamatan Rumbio Jaya

KAMPAR (RIAUPOS.CO)-Masalah kesehatan mata pada usia lanjut merupakan salah satu paling mempengaruhi dan menurunkan kualitas hidup.  Kondisi  ini jadi sasaran utama Fakultas Kedokteran  dan RSUD Arifin Achmad dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar,  tanggal 18 September 2019.

Kegiatan yang dilakukan diantaranya, deteksi dini terhadap ganguan kesehatan mata terkait usia dan pemberian kacamata kepada masyarakat Lansia,  jelas Dokter Yulia Wardany Sp.M  didampingi  Dr Efhandi Nukman Sp.M dan  Dr Silvia Laroza .

Tujuan kegiatan ini untuk menemukan kasus pada tahap awal di masyarakat, sehingga dapat dilakukan pengobatan dini untuk mencegah kebutaan permanen. Disamping memberikan pengetahuan tentang gangguan kesehatan mata, terutama terkait lanjut usia pada masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat yang mempunyai faktor risiko memiliki kesadaran untuk memeriksakan kesehatan mata secara teratur serta memberikan kacamata baca kepada masyarakat lansia,’’tambahnya.

Ditambahkannya,  berbagai masalah kesehatan mata yang mengganggu tajam penglihatan dapat menurunkan produktifitas dan kualitas kehidupan dan pekerjaan seseorang. Usia harapan hidup yang semakin meningkat dibarengi dengan gaya hidup sedentari dan modernisasi komorbiditas dari penyakit sistemik metabolik dan degenretaif membuat masalah gangguan kesehatan mata semakin banyak dikeluhkan.

Skrining gangguan kesehatan mata terkait usia merupakan cara yang paling penting dalam pencegahan kebutaan, kelompok yang berisiko antara lain usia diatas 40 tahun, riwayat myopia dan hiperopia, riwayat keluarga glaukoma, tekanan intra okuler yang tinggi, riwayat diabetes, hipertensi,migren, sleep apnea syndrome, dan penggunaan steroid jangka panjang.

Terkait hasil deteksi dalam pengabdian masyarakat itu, Yulia mengatakan, karakteristik pasien yang hadir pada saat pemeriksaan, terdiri dari 89 perempuan dan 61 laki-laki. Usia rerata pasien adalah 61,2 tahun dengan rentang usia antara 48-82 tahun. Hasil skrining ini mendapatkan dari 150 orang yang hadir , 100% membutuhkan kacamata baca, katarak 37orang (24,7%), suspek glaukoma 4 orang (2,7%), retinopati diabetik 4 orang (2,7%), kerusakan nervus optikus 2 orang (1,3%), refraksi anomali 20 orang (13%), dan sindroma mata kering 117 orang (78%).

Editor/penulis: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Agung Toyota Gelar Buka Bersama Komunitas dan Media

Agung Toyota Riau menggelar buka puasa bersama komunitas Toyota, Toyota Value Chain dan media di…

9 jam ago

Bupati Suhardiman Amby Tekankan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan

Bupati Kuansing meminta RSUD dan seluruh puskesmas tetap membuka layanan kesehatan selama 24 jam selama…

9 jam ago

Plh Bupati Rohul Minta OPD Realisasikan Aspirasi Warga

Safari Ramadan Pemkab Rohul berakhir setelah mengunjungi 16 kecamatan. Pemkab meminta OPD menindaklanjuti aspirasi masyarakat,…

10 jam ago

Pembatasan Angkutan Barang Berlaku, Truk Antre Panjang di Roro Bengkalis

Hari terakhir operasional truk di penyeberangan Bengkalis memicu antrean panjang. Pembatasan angkutan barang berlaku 14–28…

10 jam ago

Waspada KLB Campak saat Mudik Lebaran, Lindungi Buah Hati dengan Imunisasi di RS Awal Bros

Momen Lebaran dan mudik ke kampung halaman tetap waspada terhadap ancaman penyakit campak yang saat…

10 jam ago

Zakat ASN Pemprov Riau Capai Rp61 Miliar, Plt Gubri Pimpin Gerakan Berzakat

Zakat ASN Pemprov Riau melalui Baznas mencapai Rp61 miliar. Plt Gubri SF Hariyanto memimpin Gerakan…

1 hari ago