Para pemeran film Perempuan Tanah Jahanam (ISTIMEWA).
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sutradara Joko Anwar kembali meramaikan persaingan film genre horor lewat "Perempuan Tanah Jahanam". Joko yakin, film teranyarnya ini bakal lebih seram dibanding "Pengabdi Setan".
"Pengabdi Setan" istilahnya masih sopan seramnya, kalau "Perempuan Tanah Jahanam" benar-benar jahanam. Saya saja sampai merinding sendiri membuatnya," katanya tertawa dalam konferensi pers dan peluncuran poster serta trailer "Perempuan Tanah Jahanam" di Jakarta, Senin (16/9).
Film yang menampilkan Tara Basra, Ario Bayu, Asmara Abigail, Marissa Anita, dan Christine Hakim itu akan tayang 17 Oktober 2019. Proses syuting dilakukan di beberapa pedesaan di Jawa Timur di sekitar Malang, Gempol, Lumbang, Bromo, Lumajang, ljen, dan Banyuwangi.
"Kami sengaja mengambil set di hutan-hutan yang belum terjamah. Kami yang membuka jalur," jelas Joko.
Joko menjelaskan bahwa film "Perempuan Tanah Jahanam" bercerita tentang fungsi anggota keluarga. "Film ini adalah kontemplasi saya tentang fungsi ibu, bapak, dan anak. Saya tulis fllm ini ketika sedang banyak pikiran tentang keluarga," jelasnya.
"Perempuan Tanah Jahanam" mengisahkan tentang seorang wanita muda bernama Maya (Tara Basro) yang harus berjuang menyelamatkan hidupnya karena hendak dibunuh oleh warga di desa kelahirannya. Ketika Maya mulai menemukan kenyataan rumit tentang masa lalunya, ia harus bertarung untuk keselamatan nyawanya sendiri.
Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi
Satpol PP Kuansing patroli hari pertama Ramadan, pastikan rumah makan di Teluk Kuantan tutup hingga…
Sebanyak 27 calon jemaah haji Riau menunda atau batal berangkat 2026 karena faktor kesehatan dan…
Penimbunan Jalintim KM 75 Pangkalankerinci selesai 300 meter, sistem buka tutup masih berlaku hingga proyek…
Ratusan napi Lapas Kelas IIA Pekanbaru khusyuk salat Tarawih bersama Kalapas pada malam pertama Ramadan…
Grand Zuri Duri gelar Corporate Gathering Ramadan 2026, perkenalkan konsep “Sajian Nusantara” untuk berbuka puasa.
PTPN IV Regional III dukung tradisi Balimau Kasai di Tandun, Rokan Hulu, sebagai wujud pelestarian…