Categories: Nasional

Singapura Tawarkan Bantuan Atasi Kebakaran di Indonesia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Singapura menawarkan bantuan untuk mengatasi kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia. Tawaran Singapura bukan tanpa sebab. Pasalnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan juga mengganggu mereka dan negara tetangga lain, seperti Malaysia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura, Masagos Zulkifli. Dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan di laman Facebook pribadinya, Masagos menyebut karhutla adalah masalah serius yang mempengaruhi kawasan ASEAN selama bertahun-tahun.

“Kembalinya kabut asap tentu mencemari udara yang kita hirup dan mengeluarkan efek rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim,” ujarnya.

Makanya, menurut Masagos, penyelesaian masalah ini membutuhkan kerja sama yang lebih kuat antara negara-negara ASEAN dan para pemangku kepentingan. Kerja sama juga diperlukan untuk mencapai visi ASEAN bebas kabut asap pada tahun 2020.

“Singapura telah menawarkan bantuan pemadam kebakaran teknis ke Indonesia dan siap untuk menyebarkannya jika diminta oleh Indonesia,” terangnya.

Masagos juya menyampaikan, Singapura siap bekerja sama dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk memantau titik-titik api untuk mendukung langkah-langkah mengurangi kebakaran hutan.

“Badan Lingkungan Nasional (NEA) sedang memantau situasi kabut asap dengan cermat dan akan terus memberikan kepada masyarakat tentang informasi kesehatan dan pembaruan tepat waktu mengenai kualitas udara di Singapura,” tukasnya.

Selain Singapura, Malaysia juga menyatakan siap untuk membantu Indonesia menangani kabut asap akibat karhutla. Dikutip dari StraitTimes, Malaysia telah menawarkan bantuan memadamkan api di Kalimantan dan Sumatera yang telah membuat asap masuk ke wilayah mereka.

Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim (MESTECC) Yeo Bee Yin mengatakan bahwa pemadaman karhutla di Indonesia sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Bantuan yang ditawarkan Malaysia ini sebetulnya bukanlah yang pertama kali.

Pada tahun 1997, dalam sebuah kode operasi yang bernama Haze Operation, Malaysia mengirim petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang berkobar di seluruh Sumatera dan Kalimantan. Mereka menghabiskan 25 hari untuk mengendalikan kebakaran yang mencapai 37.983 titik api. Malaysia juga pernah mengirim petugas pemadam kebakaran pada tahun 2005 untuk memerangi kebakaran di Indonesia.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

1 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

1 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

2 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

2 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

2 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

2 hari ago