Categories: Nasional

Terlalu Banyak Cairan dan Garam Bisa Bahayakan Pasien Gagal Jantung

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Pasien gagal jantung harus disiplin dalam diet atau pola makan. Ternyata terlalu banyak cairan maupun garam akan membuat jantung semakin berat.

Cardiothoracic Surgeon (Spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskuler) dr. Vebiona Kartini P. Putri, SpJP, FIHA mengatakan, pasien gagal jantung penting memerhatikan jumlah asupan kalori yang tergandung di dalam makanan (terutama kadar gula, lemak jenuh, seperti yang ditemukan pada produk makanan, susu dan daging).

Mengonsumsi terlalu banyak makanan berlemak ini bisa mengakibatkan tingginya kadar lemak dan kolestrol dalam darah. Kolestrol darah tinggi terkait dengan penyakit arteri koroner, yang bisa menyebabkan serangan jantung dan gagal jantung.

Selain itu, makanan dengan kandungan lemak tinggi juga mengandung banyak kalori yang dapat menyebabkan penambahan berat badan dan membuat tubuh berisiko tinggi mengalami gagal jantung.

Selain itu, retensi air dan garam, yang bisa berakibat dari mengonsumsi makanan asin atau karbohidrat olahan seperti roti putih dan nasi, juga bisa meningkatkan tekanan pada jantung. Peningkatan jumlah cairan dalam darah berarti jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke sekitar tubuh.

“Cairan berlebih bisa masuk ke paru-paru, sehingga mengakibatkan sulit bernapas, ke dalam perut sehingga lebih sulit untuk makan dan mencerna makanan, atau ke kaki bagian bawah,” katanya dalam webinar, Rabu (15/6/2022).

 

Penting Kurangi Garam

Menurut dr. Vebi, mengurangi asupan garam menjadi sangat penting bagi orang yang mengidap gagal jantung. Tubuh membutuhkan garam untuk berfungsi, namun hanya membutuhkan sedikit, dan sebagian besar makanan mengandung garam secara alami.

“Gagal jantung menyebabkan tubuh Anda menahan garam dan air ekstra, yang menyebabkan cairan terbentuk di tubuh Anda,” tambahnya.

Cairan ekstra ini menyebabkan pembekakan pergelangan kaki, kaki atau perut, dan penambahan berat badan. Hal ini juga dapat menyebabkan penyumbatan pada paru-paru dan membuat sesak napas.

 

Prevalensi Penderita Gagal Jantung

Penyakit gagal jantung bisa terjadi pada usia berapa pun, namun menjadi lebih umum seiring dengan bertambahnya usia. Sekitar 1 persen orang di bawah usia 65 tahun mengalami gagal jantung; Ini meningkat menjadi 7 persen untuk orang yang berusia 75-84 tahun dan mencapai 15 persen orang-orang yang berusia lebih dari 85 tahun. Hal ini merupakan penyebab paling umum rawat inap pada pasien berusia di atas 65 tahun.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

16 jam ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

16 jam ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

16 jam ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

17 jam ago

SMAN 1 Bangkinang Juara HSBL 2026, SMAN Plus Riau Takluk 60-45 di Final

SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…

17 jam ago

3 Hektare Lahan Gambut di Kampar Terbakar, Petugas Masih Berjuang Padamkan Api

Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…

17 jam ago