Mahasiswa Kukerta Program B2018 Fakultas Keperawatan Universitas Riau foto bersama dengan masyarakat saat melakukan kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang berlokasi di RW 05 Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, Sabtu (14/12/2019). (FAUZAN ARIF YASMAN FOR RIAUPOS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Salah satu bentuk kepedulian akan kesehatan di masyarakat, Mahasiswa Kukerta Program B2018 Fakultas Keperawatan Universitas Riau taja kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang berlokasi di RW 05 Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, Sabtu (14/12/2019).
Kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dibarengi dengan pengaplikasian dari pupuk kompos dan sampah yang bisa dijadikan sebagai tempat penanamannya.
Kegiatan ini dihadiri masyarakat Kelurahan Tanjung Rhu yang terdiri dari Perangkat Desa, tim penggerak PKK, masyarakat serta mahasiswa Univesitas Riau yang sedang melaksanakan Kukerta. Dimulai dari pembukaan, dilanjutkan dengan penjelasan dan tanya jawab tentang pupuk kompos dan limbah sampah untuk penanaman TOGA yang nantinya dapat digunakan masyarakat sebagai obat tradisional penanganan pertama apabila terjadi masalah kesehatan. Setelah selesai penjelasan dilanjutkan dengan penanaman TOGA serta pengaplikasian pupuk kompos secara bersama-sama dengan masyarakat.
Sementara itu, ketua tim TOGA Okvi Mawarni mengungkapkan kegiatan ini di selenggarakan untuk membantu masyarakat yang masih mengkonsumsi obat-obatan tradisional dengan cara memaksimalkan cara penanaman dan jenis tanaman yang digunakan untuk dijadikan Tanaman Obat Keluarga khususnya untuk masyarakat Kelurahan Tanjung Rhu Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru.
“Melihat antusias dan masih banyaknya masyarakat yang sering mengkonsumsi obat-obatan tradisional jadi kami berinisiatif untuk membuat lahan Tanaman Obat Keluarga dengan berbagai jenis tanaman seperti: kencur, jahe, jeruk kasturi dan lain sebagainya. Apalagi ditambah dengan adanya pupuk kompos ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pengganti pupuk kimia untuk menyuburkan tanaman obat keluarga beserta jenis tanaman lainnya,” tutupnya. ***
Editor: Arif O
Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.
Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…
Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…
PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…
sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…