Categories: Nasional

Facebook Hapus Miliaran Akun Palsu

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Facebook baru saja melaporkan hasil perlawanan terhadap informasi palsu dan konten berbahaya lainnya. Hingga kuartal III, mereka sudah menutup 5,4 miliar akun palsu dan menghapus jutaan konten yang melanggar aturan. Namun, miliaran lainnya diperkirakan masih beredar di media sosial tersebut.

Melalui percakapan telepon, CEO Facebook Mark Zuckerberg menjelaskan, angka tersebut menunjukkan komitmen perusahaan untuk menjaga media mereka tetap bersih. Menurut dia, Facebook menghabiskan dana miliaran dolar AS setiap tahun untuk mengembangkan mekanisme tersebut.

"Angka (akun palsu, Red) yang tinggi tidak berarti konten berbahaya lebih banyak. Itu hanya berarti Anda berupaya lebih keras melacak konten-konten tersebut," ungkap dia menurut The International Business Times.

Dia menjelaskan, Facebook sudah menghapus dua miliar akun palsu pada kuartal pertama 2019. Capaian itu ditambah penutupan 1,5 miliar akun pada kuartal kedua dan 1,7 miliar akun pada kuartal ketiga. Angka tersebut sudah melebihi angka penutupan pada 2018, yakni 3,3 miliar.

Meski begitu, Zuckerberg mengatakan, mekanisme tersebut belum sempurna. Menurut dia, 5 persen dari pengguna Facebook bulanan yang berjumlah 2,5 miliar merupakan akun palsu. Salah satu faktor penghambat mereka adalah perusahaan media sosial lainnya yang belum membuka upaya pencegahan konten berbahaya.

"Kami tidak mungkin menghentikan semua ini selama kami tak tahu prevalensi konten berbahaya lintas sistem," ungkap Zuckerberg kepada Agence France-Presse.

Deputy General Counsel Facebook Chris Sonderby mengatakan, pihaknya juga menyertakan upaya penghapusan konten ilegal dan berbahaya di Instagram. Di antaranya, konten berbau terorisme, ujaran kebencian, pornografi anak, dan obat-obat terlarang.

"Sampai saat ini, kami terus mengembangkan agar akurasi kami lebih baik," ungkapnya.

Sampai saat ini, Facebook sudah menghapus 11,6 juta konten yang mengandung unsur seksualitas anak. Mereka juga menghapus jutaan konten mengenai penjualan narkoba dan senjata ilegal.

VP of Integrity Facebook Guy Rosen mengatakan, selama dua tahun terakhir mereka sudah mengembangkan sistem yang menghapus ujaran kebencian secara otomatis. Sistem tersebut melacak unggahan baru dengan kata-kata, frasa, atau gambar yang mirip dari unggahan yang sudah ditandai konten berbahaya.

"Saat ini rasio proaktif kami meningkat dari 68 persen menjadi 80 persen," ungkapnya.

Facebook memang harus bersiap untuk menghadapi akun palsu dan konten berbahaya menjelang pemilu AS tahun depan. Mereka sudah kapok saat tersandung kasus penyebaran konten hoaks dan ujaran kebencian dalam Pemilu 2016. Karena itu, Facebook menyatakan bahwa pihaknya jauh lebih aktif dalam berkomunikasi dengan pemerintah negara mana pun.

Apa Yang Dilakukan Facebook?
– Menutup 5,4 miliar akun palsu.

– Mengakomodasi 128 ribu permintaan informasi dari pemerintah. Sebanyak 50 ribu permintaan datang dari pemerintah AS.

– Menghapus 4,2 juta konten Facebook dan 1,68 juta konten Instagram yang berbau bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

– Menghapus 11,6 juta konten Facebook dan 754 ribu konten Instagram berbau pornografi anak-anak pada kuartal III 2019.

– Menghapus 4,31 juta konten berdasar laporan pelanggaran hak cipta dan pemalsuan merek.

Sumber: Agence France-Presse dan CNN

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Dugaan Korupsi Anggaran Kendaraan Dinas Meranti, Ketua DPRD Minta Hormati Proses Hukum

Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…

17 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Series Hari Kedua Sajikan Delapan Pertandingan

HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…

17 jam ago

Karhutla di Tapung Masuk Hari Keempat, 3 Hektare Lahan Gambut Terbakar

Karhutla di Desa Karya Indah, Tapung, Kampar, memasuki hari keempat. Api padam, tetapi sejumlah titik…

17 jam ago

Job Fair Rohul 2026 Jadi Kesempatan Pencari Kerja Temukan Lowongan Baru

Job Fair Rohul 2026 digelar 12 Oktober untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan…

18 jam ago

Antisipasi Keracunan MBG, BGN Kuansing Ingatkan SPPG Perketat Cek Kualitas Makanan

BGN Kuansing meminta SPPG memperketat pemeriksaan menu MBG untuk mencegah makanan basi atau kedaluwarsa yang…

18 jam ago

6.000 Liter Formula X-Fire Dikirim Polri untuk Atasi Karhutla Pelalawan

Polri menguji Formula X-Fire untuk menangani Karhutla di lahan gambut Pelalawan dengan dukungan 6.000 liter…

2 hari ago