Categories: Nasional

RSUD Ajukan Pinjaman Rp8 M

ROKANHULU (RIAUPOS.CO)  —  Akibat keterlambatan klaim pembayaran dari BPJS Kesehatan, ternyata memberikan pengaruh terhadap pelayanan dan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu (Rohul).

Pasalnya, tunggakan BPJS Kesehatan terhitung Juni hingga Oktober yang telah jatuh tempo dengan total sekitar Rp8 miliar, belum dibayarkan ke RSUD Rohul.

Sehingga keterlambatan pembayaran dari BPJS kesehatan tersebut, pihak RSUD Rohul belum bisa membayarkan jasa medis bagi tenaga kesehatan terhitung April hingga saat ini.

Untuk tetap terlayaninya pasien yang berobat dan operasional RSUD Rohul tersebut, Manajemen RSUD Rohul mengajukan pinjaman Jangka Pendek ke Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk mengatasi tunggakan klaim yang belum dibayarkan BPJS Kesehatan sekitar Rp8 Miliar.  

Direktur RSUD Rokan Hulu dr Novil Raykel saat dikonfirmasi Riau Pos, Rabu (13/11) menjelaskan, keterlambatan klaim pembayaran BPS Kesehatan ke rumah sakit swasta dan milik pemerintah, sudah menjadi isu nasional.

Tidak saja terjadi di Rohul, tapi tunggakan klaim yang belum dibayarkan BPJS Kesehatan ke rumah sakit terjadi di kabupaten/kota se-Indonesia.

Kondisi itu, disikapi oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri, dalam mencarikan solusi dan penyelesaian tunggakan klaim BPJS ke rumah sakit. Sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 900/11446/SJ, terkait Penyelesaian Permasalahan Keterlambatan Klaim Pembayaran dari BPJS pada Rumah Sakit Daerah.

Disebutkan Novil, didalam SE tersebut dijelaskan, rumah sakit yang telah menerapkan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) dapat melakukan pinjaman jangka pendek dengan mengacu aturan perundang-undangan yang berlaku.

 "Alhamdulilah, pinjaman jangka pendek sebagai solusi pembayaran Klaim BPJS Kesehatan mendapat persetujuan dari Bupati Rokan Hulu H Sukiman, dengan telah terbitnya Peraturan Kepala Daerah (Perkada) terkait peminjaman dana talangan ke BSM yang difasilitasi langsung Gubernur Riau melalui Biro Hukum Setda Provinsi Riau," katanya  

Novil mengatakan, pemerintah daerah telah mengajukan syarat untuk peminjaman dana ke BSM, Senin (11/11). Di mana saat ini, sedang dalam proses pencairan dana yang diajukan. Sebelum dana tersebut cair, nantinya akan dilaksanakan penandatanganan MoU antara RSUD Rohul dengan BSM yang disaksikan langsung BPJS Kesehatan dan Bupati Rohul.

"Kita targetkan paling lambat akhir bulan ini (November, red) sudah cair, sehingga pelayanan dan operasional RSUD Rohul berjalan lancar, dan kita bisa membayarkan jasa medis," katanya.(adv)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kronologi Lengkap Pembunuhan Nenek di Siak, Pelaku Sudah Merencanakan

Seorang pemuda di Siak tega bunuh nenek kandung usai salat Magrib. Pelaku ditangkap di hotel…

18 jam ago

Stok Darah RSUD Rohul Jadi Perhatian, PMI Teken MoU dengan OPD

PMI Rohul dan OPD teken MoU untuk jaga stok darah RSUD. Targetkan 3.000 kantong per…

19 jam ago

Pemkab Rohul 120 Formasi CPNS Diusulkan, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

Pemkab Rohul usulkan 120 formasi CPNS 2026 ke Kemenpan RB. Tenaga kesehatan jadi prioritas untuk…

20 jam ago

30 Ton Ikan Mati Mendadak di Sungai Tapung, DPRD Kampar Desak Pengusutan Tuntas

Kematian 30 ton ikan di Sungai Tapung disorot DPRD Kampar. Dugaan pencemaran diselidiki, hasil uji…

20 jam ago

Mesin Lelah Usai Mudik? Suzuki Tawarkan Service Hemat hingga 50 Persen

Suzuki hadirkan promo service “Back to Work” pascamudik dengan harga mulai Rp400 ribuan, berlaku hingga…

20 jam ago

Satu Warga Meninggal, Kasus DBD di Bangko Capai 38 Orang

Kasus DBD di Bangko capai 38 orang, satu warga meninggal dunia. Petugas minta masyarakat tingkatkan…

21 jam ago