info-orang-hilang-sri-utari-warga-tapung-belum-pulang-sejak-sabtu
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Siswi Pondok Pesantren Nurul Iman 2 Tapung, Kabupaten Kampar Sri Utari Putri Agustin (17) hilang sejak, Sabtu (11/9/2021).
Pihak Pondok Pasentren Nurul Iman 2 Tapung Wahid menjelaskan, bahwa siswi yang hilang tersebut sudah kelas IV pasentren. Siswi tersebut kabur dengan melompat pagar pesantren, Sabtu (11/9/2021) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.
‘’Pagi Sabtu baru teman-teman satu asrama dengan siswi tersebut melaporkan kepada pihak pasentren. Selama ini siswi tersebut baik-bak saja. Tak tahu penyebabnya mengapa ia kabur dengan melampat pagar pasentren ke arah timur terus hilang. Mungkin ada masalah sama kawannya atau semacamnya, kita tak tahu pasti penyebabnya dia kabur,’’ kata Wahid, Rabu (15/9).
Wahid menambahkan,teman Tri Utrai baru melaporkan pagi hari dan pihak pasentren sudah berusaha mencari ke mana-mana, akhirnya memberitahukan kepada orang tuanya. Sampai sekarang belum ditemukan.
”Karena diberitahukan pagi hari jadi kita tak sempat lagi mencarinya. Kalau malam itu juga diberitahukan mungkin jumpa,’’ jelas Wahid.
Sementara Supoyo Prana orang tua Sri Utari menjelaskan, baru mengetahui anaknya hilang setelah diberitahu pihak pasentren, bahwa anak kabur dengan melompat pagar pasentren. Kabur dari pasentren tidak pulang ke rumah.
‘’Sampai sekarang belum pulang ke rumah. Kita sudah cari ke mana-mana,’’ jelasnya.
Laporan: Kamaruddin (Bangkinang)
Editor: Eka G Putra
Pemerintah perpanjang batas lapor SPT hingga 30 April 2026. Wajib pajak kini punya waktu tambahan…
Polisi musnahkan 9 rakit PETI di Inhu dan Kuansing. Pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba…
Warga Bagansiapiapi antre BBM hingga 1 jam usai Lebaran. Lonjakan konsumsi picu antrean, pemerintah pastikan…
Pemko Pekanbaru perketat kriteria bantuan pangan, namun jumlah penerima naik jadi 63 ribu KK lewat…
Lubang besar di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru membahayakan pengendara. Warga minta segera diperbaiki karena rawan…
Karhutla di Rupat Bengkalis meluas hingga 50 hektare. Kemarau, akses sulit, dan minim air jadi…