Categories: Nasional

Ini Penjelasan Presiden Jokowi Mengapa Pemerintah Longgarkan Defisit APBNÂ

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut, berawal dari masalah kesehatan, dampak pandemi Covid-19 telah meluas ke masalah sosial, ekonomi, bahkan ke sektor keuangan. 

Penanganan yang luar biasa telah dilakukan oleh banyak negara, terutama melalui stimulus fiskal. Pemerintah Indonesia juga melakukan hal yang sama.

Jokowi menyampaikan, pemerintah telah melakukan langkah yang luar biasa melalui Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020. Di antaranya dengan melonggarkan ketentuan defisit APBN menjadi di atas 3 persen selama tiga tahun hingga 2022.

Jokowi memaparkan, bukan hanya Indonesia, negara-negara lain seperti Jerman juga melakukan langkah fiskal dengan mengalokasikan stimulus fiskal sebesar 24,8 persen PDB-nya. 

Sebagaimana diketahui, ekonomi Jerman terkontraksi minus 11,7 persen pada kuartal-II 2020. Kemudian, Amerika Serikat mengalokasikan 13,6 persen PDB, karena ekonominya terkontraksi 9,5 persen.

Lalu, Cina juga mengalokasikan stimulus sebesar 6,2 persen PDB. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok telah kembali positif 3,2 persen pada kuartal-II 2020, setelah terkontraksi 6,8 persen pada kuartal sebelumnya.

“Tahun ini, APBN telah diubah dengan defisit sebesar 5,07 persen PDB dan kemudian meningkat lagi menjadi 6,3 persen PDB,” ujarnya dalam pidato penyampaian nota keuangan,  di Gedung DPR MPR, Jumat (14/8/2020).

Jokowi menjabarkan, pelebaran defisit dilakukan mengingat kebutuhan belanja negara untuk penanganan kesehatan dan perekonomian meningkat pada saat pendapatan negara mengalami penurunan. Selain itu, perekonomian tahun depan juga diprediksi masih penuh ketidakpastian.

Sehingga, program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan bersamaan dengan reformasi di berbagai bidang.

“Kebijakan relaksasi defisit melebihi 3 persen dari PDB masih diperlukan, dengan tetap menjaga kehati-hatian, kredibilitas, dan kesinambungan fiskal,” katanya mengakhiri.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

9 jam ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

9 jam ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

1 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

1 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

2 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

2 hari ago