Categories: Nasional

Tiga Kabupaten/Kota di Sumbar Daerah Hijau

PADANG (RIAUPOS.CO) — Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menekankan, tugas besar saat ini adalah memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 melalui local transmission atau penyebaran lokal di Sumbar. Penanganan Covid-19 secara umum sejauh ini dinilai sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Meskipun hingga kini masih ada peningkatan kasus positif Covid-19 di Sumbar.

"Kita sudah melakukan penanganan dengan baik. Sebentar lagi kita memasuki fase puncak dan setelah itu diharapkan terus turun," ujar Irwan usai rapat koordinasi bersama kepala Dinas Kesehatan se- Sumbar di ruang kerja kantor gubernur melalui video conference, kemarin.

Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas beberapa poin yang berhubungan dengan perkembangan virus Covid-19, serta upaya dan usaha yang dilakukan untuk mencari memutus rantai penularan virus Covid-19 di Sumbar.

Irwan mengaku optimistis kurva kasus Covid-19 di Sumbar bisa segera selesai dalam waktu dekat ini. Hal yang membuat optimis adalah dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, ada 3 daerah yang negatif kasus Covid-19 atau menjadi zona hijau yaitu Sawahlunto, Sijunjung, dan Kota Solok.

Untuk Kota Padang, saat ini masih berjuang memutus kasus penyebaran Covid-19 dari berbagai klaster. Dari sekitar 15 sampai 16 klaster, sudah ada 8 klaster yang putus kasus penyebarannya. "Untuk itu Pemprov Sumbar melalui Dinas Kesehatan di kabupaten/ kota bisa bergerak cepat melakukan pemeriksaan massif kepada para warganya," ungkapnya.

Klaster-klaster penyebaran Covid-19 di kabupaten/ kota lain, kata Irwan, juga saat ini sudah mulai menunjukkan penurunan. Menurutnya, laju penyebaran Covid-19 di Sumbar berhasil ditekan dengan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pemeriksaan secara massif.

"Walaupun ada peningkatan kasus positif di Sumbar. Ini berarti ditemukan orang-orang yang berpotensi menularkan sehingga bisa diputus mata rantai Covid-19 ini," jelasnya.

Menurut Irwan, jika ada daerah yang pelit atau tidak mau mengirim tes swab-nya ke Laboratarium FK Unand Padang, berarti kepala daerahnya sosok yang jahat. Karena ingin daerahnya zero positif Covid-19, sehingga kepala daerah enggan mengirim tes swab, serta melakukan tracking terhadap warganya. Padahal, seluruh pembiayaan tes swab menjadi tanggung jawab Pemprov Sumbar. "Kok masih ada kepala daerahnya enggan periksa swab," katanya.

Ia menambahkan, jalan pikiran kepala daerah itu, harus diluruskan oleh kepala dinas kesehatan. Sebab, jika dibiarkan, wabah virus corona di daerah tersebut bakal banyak merenggut nyawa masyarakat, karena penanganannya sudah terlambat.

Karena itu, ia mengajak seluruh kadiskes seluruh daerah di Sumbar, harus proaktif dalam melakulan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan kasus positif Covid-19 sambil diambil tes swab mereka. "Saya perintahkan kepala dinas kesehatan harus mampu meluruskan jalan pikiran kepala daerah yang tak benar itu," tegasnya.

Lebih lanjut Irwan berharap prediksi puncak penyebaran virus Covid-19 di Sumbar akan memasuki puncak pada akhir bulan ini sesuai dengan yang disampaikan sebelumnya.

"Kita tetap berpegang pada Permenhub 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idulfitri 1441 Hijriah, dan kriteria pembatasan perjalanan untuk percepatan penanganan Covid-19," ungkapnya.

Kemudian, dalam rapat koordinasi tersebut, Irwan mengapresiasi daerah yang berhasil menekan angka penularan bahkan yang berhasil menihilkan kasus positif Covid-19. Menurutnya, daerah tersebut sukses melakukan tracking, isolasi dan memutus mata rantai penularan Covid-19.

Saat ini ada beberapa klaster penularan yang masih berlanjut di Sumbar. Seperti klaster Pasar Raya Padang, klaster Payakumbuh dan RSUD Padangpanjang. Irwan berharap daerah-daerah tersebut dapat melakukan tracking dan isolasi agar angka penularan tidak lagi bertambah.

Sumber: Padang Ekspres
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Antrean Bio Solar Mengular ke Badan Jalan Dishub Pekanbaru Minta Pengelola SPBU Bekerja Sama

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru mendesak pengelola SPBU untuk aktif mengatur antrean bio solar yang meluber…

6 jam ago

Rumah Camat Merbau Hangus Terbakar di Teluk Belitung

Rumah milik Camat Merbau Wan Jumiati di Jalan Rambutan, Kelurahan Teluk Belitung, hangus terbakar pada…

6 jam ago

Verifikasi Berkas 153 Calon Kades di 54 Desa se-Rohul Diumumkan 27-28 Oktober 2026

Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…

12 jam ago

Aroma Busuk Mirip Telur dan Gas Bocor Resahkan Warga, DLHK Pekanbaru Telusuri Sumber Bau

DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…

13 jam ago

Kabur Usai Cabuli Murid Oknum Guru di Pelalawan Diburu Polisi dan Masuk DPO

Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…

13 jam ago

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unri, Prof Yesi Soroti Peran Akuntansi Manajemen di BUMDes

Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…

14 jam ago