internet
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Muhammad Fadlan mengalami kejadian naas karena rumahnya disatroni maling, kemarin. Ia bermodus sebagai asisten Fadlan dan mengambil beberapa barang penting milik suami Lyra Virna tersebut.
Melalui unggahan di Instagram, Fadlan menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Bahwa pada siang hari, rumah yang hanya dihuni oleh asisten rumah tangga tiba-tiba saja didatangi pria tak dikenal.
"Dia pakai helm dan masker tidak dilepas, memaksa ART (asisten rumah tangga) untuk membuka pintu," kata Fadlan melalui unggahan Instagram, Jumat (13/12).
Pria yang mengaku sebagai asisten Fadlan itu mengatakan ia hendak mengambil jam tangan yang akan direparasi olehnya.
"Tahu-tahu dia sudah masuk dan menerobos ke kamar. Mengambil beberapa jam tangan di atas laci," imbuhnya.
Meski perampok itu berhasil melarikan diri, namun pihak keamanan kompleks rumah Muhammad Fadlan berhasil mengambil foto dari kendaraan yang dipakai pelaku. Atas bantuan tersebut, presenter 42 tahun itu berhasil mengetahui identitas pelaku.
"Saya sudah mendapatkan nama dan alamatnya," terang Fadlan.
Walaupun mengalami kerugian, Fadlan tetap menunggu itikad baik sang pelaku mengembalikan barang yang dicuri. Untuk itu, ia sengaja mengunggah foto motor lengkap dengan plat nomor B 6138 WUH. Selain itu dalam slide berikutnya, Fadlan juga memperlihatkan nama dari pemilik motor lengkap beserta alamat.
"Saya masih menunggu, sebelum melaporkan ke pihak berwajib," tegasnya. Ia meyakini, sang pelaku pasti sudah membaca postingannya. Sebab saat oknum itu mengaku sebagai asisten Fadlan, ia mengatakan mengetahui aktivitas sang presenter.(int/eca)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…
Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…
Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…