JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ustad Maaher At Thuwailibi batal mengepung rumah artis sensasional Nikita Mirzani oleh ratusan massa usai menyebut Habib Rizieq Shihab tukang obat. Menurutnya, ancaman itu dilakukan agar Nikita Mirzani jera.
Ustad Maaher menyentil penjagaan di rumah Nikita. "Panik dan ketakutan karena merasa bersalah, Nikita Mirzani kerahkan banyak polisi untuk jaga rumahnya? Kalau tidak salah kenapa panik, dan ketakutan sampai kerahkan belasan atau bahkan puluhan polisi buat jaga rumahnya?" sindirnya lewat Insta Story-nya seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Sabtu (14/11).
"Insya Allah saya masih waras tidak sekonyol itu bawa 800 orang buat hadapi seorang l*** oplosan. Ini efek jera buat Anda tapi proses hukum tetap berjalan," lanjutnya.
Dia mengaku rencana pengepungan akan tetap terlaksana. "Tenang saja, saya enggak ngancam atau sekadar gertak. Kita buktikan saja apa yang akan terjadi. Alhamdulillah malah bertambah 400 orang yang mau ikut silaturahmi ke rumah Nyai," sebutnya.
Dia mempersilahkan Nikita terus berkomentar apapun. "Silahkan ngebacot terus atau pilih jalan kesatria mengaku salah dan minta maaf secara terbuka," tegasnya.
Sementara itu, Nikita sempat mempertanyakan massa yang ngak jadi datang. "Mana sih yang katanya mau datang tanda tangan lama banget. BTW, ini loh depan rumah gue, mana sih yang ketawa katanya dikepung. Ini update banget loh. Duh, kalah lagi kalah lagi deh," balas Nikita.
Ibu tiga anak ini juga menegaskan tidak meminta bantuan polisi untuk berjaga di rumahnya, melainkan memang polisi datang untuk mengamankan. Untuk itu, dia berterima kasih kepada polisi. "Terima kasih kepada aparatur negara yang sudah care sama saya. Karena saya warga negara yang baik. Makanya saya dilindungi, ini baru namanya aset," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…
Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…
BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…
Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…
Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…
Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…