Categories: Nasional

Keberangkatan Umrah Diperkirakan November, Biaya Bisa Naik 25 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi belum memutuskan kapan penerbangan umrah dari Indonesia kembali dibuka. Tetapi diperkirakan  penerbangan umrah dari Indonesia dibuka kembali awal November depan. Calon jamaah yang tertunda keberangkatannya diminta bersiap, khususnya mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19.

Perkirakan awal keberangkatan umrah di tengah pandemi itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah dan Haji (AMPUH) Indonesia Wawan Suhada. "Alhamdulillah. In sya Allah (penerbangan umrah kembali dibuka, red) awal November depan," katanya di Jakarta, kemarin (13/10).

Wawan mengatakan dirinya terus mencari informasi langsung perkembangan penyelenggaraan umrah dari relasinya di Arab Saudi. Dia mendapatkan informasi bahwa keputusan final Pemerintah Arab Saudi menunggu kedatangan delegasi Pemerintah Indonesia ke sana.

"Rencananya delegasi Indonesia berkunjung ke Arab Saudi pada 25 Oktober depan. Membahas soal umrah," tuturnya. Dalam kunjungan itu, delegasi pemerintah akan menyampaikan ketentuan protokol kesehatan penyelenggaraan umrah yang disiapkan oleh Indonesia. 

Wawan berharap Pemerintah Indonesia melibatkan travel umrah untuk melakukan survei advance pelayanan umrah di Arab Saudi. Sehingga mereka bisa sosialisasi langsung pelaksanaan umrah di masa pandemi kepada calon jamaah.

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi menyambut baik bakal dibukanya kembali penerbangan umrah. Namun dia menyampaikan pelaksanaan umrah di masa pandemi membuat harga paket umrah menjadi lebih mahal.

"Perkiraan saya bisa naik 15 sampai 25 persen," katanya. Kenaikan itu berasal dari hampir semua komponen penyelenggaraan umrah. Mulai dari harga tiket pesawat terbang dan akomodasi hotel di Arab Saudi. Adanya ketentuan wajib karantina sebelum dan setibanya dari Saudi, juga membuat harga paket umrah lebih mahal dari kondisi normal.

Syam mencontohkan kamar hotel maksimal hanya bisa diisi dua orang jamaah umrah saja. Kondisi ini membuat biaya sewa semakin mahal. Sebab biasanya bisa diisi lebih dari empat orang jamaah. Begitupun dengan layanan bus di Arab Saudi hanya diisi maksimal 50 persen kapasitas.

Sementara itu Kementerian Agama (Kemenag) membentuk tim manajemen krisis penyelenggaraan haji dan umrah. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief mengatakan tim itu dibentuk sebagai akselerasi persiapan penyelenggaraan umrah. Dalam waktu bersamaan, Kemenag juga mulai menyiapkan penyelenggaraan haji 2022.

"Tim ini bertugas merancang, menyiapkan, dan mengkoordinasikan kebijakan dan rencana mitigasi krisis pelaksanaan haji dan umrah," jelasnya. 

Tim ini melakukan analisa situasi, utamanya terkait pandemi Covid-19. Seperti melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa pelaksanaan umrah maupun haji tahun depan masih dalam situasi pandemi Covid-19. Sehingga pelaksanaan umrah dan haji tidak bisa seperti pada umumnya.

Khusus untuk pelaksanaan umrah yang sebentar lagi bakal dibuka, Hilman memberikan sejumlah catatan. Di antaranya adalah tim tersebut harus membahas kebijakan teknis dengan travel umrah maupun maskapai penerbangan. Khususnya soal patokan biaya paket umrah di masa pandemi. Kemudian juga menyiapkan asrama haji sebagai tempat karantina jamaah umrah.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, dibukanya kembali ibadah umrah merupakan kabar bahagia yang sudah cukup lama dinantikan masyarakat muslim Indonesia. Masyarakat sudah lama merindukan bisa melaksanakan ibadah umrah. "Setelah cukup lama tidak digelar umrah akibat pandemi, alhamdulillah kini Pemerintah Arab Saudi memberikan izin kembali bagi jamaah umrah Indonesia," terangnya.

Gus Muhaimin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa keluarnya kembali izin umrah tersebut membuktikan bahwa Pemerintah Arab Saudi percaya Indonesia mampu menangani pandemi Covid-19. Saat ini kasus Covid-19 di tanah air terus turun. Dia mengajak masyarakat untuk tidak lengah, tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta pemerintah dan juga agen-agen travel umrah agar menyiapkan secara maksimal pemberangkatan calon jamaah umrah. "Sehingga nantinya ketika sudah benar-benar terlaksana tidak ada lagi kendala di lapangan," ucapnya.

Menurut dia, pelaksanaan ibadah umrah harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat. Mulai keberangkatan, pelaksanaan umrah di Tanah Suci sampai pulang kembali ke Tanah Air. Semuanya harus dilakukan dengan pengawasan ketat, sehingga tidak ada jamaah yang terkena virus corona.(wan/lum/jpg/ted)

 

Laporan JPG, Jakarta

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

24 jam ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

1 hari ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

1 hari ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

3 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

4 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

4 hari ago