Sore itu Jalan Gajah Mada ramai oleh para remaja yang bersepeda, jogging, dan aktivitas olah raga lainnya.
Tara dan Saka yang menaiki kendaraan bermotor merasa iri. Sebab, pekerjaan yang mengkungkung mereka membuat mereka tidak dapat melakukan aktivitas olah raga sore itu. Beda waktu saat masih kuliah.
Saat asik bernostalgia, tiba-tiba Saka melihat ada yang terpeleset hingga terpelanting. Ia pun langsung mengerem dan membuat Tara terkejut.
"Alamak! Apalagi Saka? Buat orang terkejut aja," kata Tara sambil memukul punggung Tara.
"Ini lebih mengejutkan. Kau tengok ke sebelah kanan tu, ada cewe terjatuh gegara kepleset dan harus diurut kakinya," jelasnya sambil menunjuk ke arah kanan.
Beruntung, perempuan yang terpeleset itu berlari dengan tiga kawan perempuan lainnya. Sehingga ia cepat mendapat bala bantuan. Meski, harus beristirahat terlebih dulu sebelum akhirnya jalan lagi. Tara dan Saka pun mengendarai sepeda motor dengan kecepatan 30 KM/jam. Begitu sampai di Tugu Bambu Kuning, terlihat wanita yang terjatuh tadi sudah kembali berjalan.(sof)
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…