Categories: Nasional

Enzo Berhak Teruskan Pendidikan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sempat dikabarkan terpapar paham selain Pancasila, TNI AD tegas mempertahankan Enzo Zenz Allie sebagai calon prajurit taruna di Akademi Militer (Akmil). Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan Enzo punya nilai indeks moderasi bernegara yang cukup baik.

Menurut KSAD, nilai itu diperoleh berdasar pendalaman oleh matra darat. Setelah instansinya menganalisa hasil pendalaman terhadap Enzo dan calon prajurit taruna lainnya. "Kami juga mengambil salah satu alternatif alat ukur yang memang sudah dikembangkan cukup lama," terangnya, Selasa (13/8).

Bukan tidak yakin terhadap sistem rekrutmen yang selama ini sudah berjalan, TNI mengambil alternatif itu sebagai bukti bahwa mereka tidak menutup diri. Masukan terkait Enzo ditampung kemudian ditindaklanjuti melalui pendalaman.

"Kami berusaha untuk objektif. Kami ingin terbuka," ungkap Andika. Belakangan nama Enzo mencuat ke permukaan lantaran dia dinilai sebagai salah satu calon prajurit taruna potensial. Pernah mondok di salah satu pesantren di Banten, remaja keturunan Indonesia-Prancis tersebut punya nilai lebih karena menguasai beberapa bahasa.
Belakangan Enzo disebut-sebut terpapar paham yang menyimpang dari Pancasila. Tudingan itu muncul setelah foto Enzo berikut Ar-Rayah beredar luas. Setelah didalami oleh Mabes TNI AD, tudingan itu dinyatakan tidak benar. Andika memastikan bahwa Enzo tidak punya masalah dengan Pancasila.

"Jadi, indeks moderasi bernegaranya cukup bagus," kata mantan panglima Kostrad itu.

Berdasar analisis yang sudah dilaksanakan, persentase indeks moderasi bernegara Enzo berada pada angka 84 persen. "Atau nilainya di situ adalah 5,9 dari maksimum 7," imbuh Andika.

Karena itu, orang nomor satu di TNI AD tersebut menegaskan bahwa instansi yang dia pimpin memutuskan untuk mempertahankan Enzo. Bersama 363 calon prajurit taruna lainnya, Enzo berhak tetap berada di Akmil untuk menjalani pendidikan.

Hasil pendalam itu serupa dengan perolehan tes yang sudah dilakoni oleh  364 calon prajurit taruna. Mereka, kata Andika, sudah lulus rangkaian ujian yang meliputi banyak aspek. Mulai kesehatan, jasmani, psikologi, sampai mental ideologi. "Kami tidak menemukan adanya keraguan terhadap seluruh taruna Akmil, 364 orang yang kami terima beberapa waktu lalu," terang pria yang juga pernah bertugas sebagai komandan Paspampres itu.(syn/jpg/egp)

Laporan: JPG
Ediotor: Arif Oktafian

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

8 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

8 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

2 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

2 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

2 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago