Categories: Nasional

13.409 Guru PAI Ikuti PPG dalam Jabatan Kemenag

BANDUNG (RIAUPOS.CO) – PELAKSANAAN Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi agenda yang ditunggu-tunggu oleh para guru. Termasuk guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah. Pasalnya dengan ikut dan lulus PPG, para guru sudah memegang kunci untuk mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).

Pelaksanaan PPG bagi para guru PAI itu diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Pelaksanaan PPG PAI 2024 dibuka secara rentak dan dipimpin langsung oleh Plt Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Abu Rokhmad di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung pada Jumat (12/7) malam.

Kegiatan PPG dalam jabatan untuk guru-guru PAI itu melibatkan 48 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah naungan Kemenag. Abu menyampaikan melalui PPG dalam jabatan itu Kemenag optimis para guru PAI semakin kompeten dan memiliki daya saing.

Abu bersyukur PPG PAI tahun ini bisa kembali digelar dengan diikuti peserta yang jumlahnya mencapai ribuan guru. Dia menilai PPG menjadi media yang sangat efektif untuk memacu para guru agama di Indonesia, agar memiliki kompetensi sekaligus daya inovasi tinggi.

Apalagi kegiatan PPG tahun ini digelar dengan rentang waktu empat bulan. Selain itu panitia nasional juga membuat sejumlah terobosan. Seperti menambah fitur baru pada learning management system (LMS) dengan komponen aplikasi plagiarism checker (turnitin).

Terobosan ini dilakukan agar lulusan yang dihasilkan benar-benar memiliki kompetensi dan kualitas tinggi. ’’PPG ini merupakan instrumen yang sangat penting,’’ katanya.

Dia menegaskan mengikuti PPG bukan sekadar soal lembaran sertifikatnya. Namun lebih dari itu menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi.

Lebih lanjut Abu mengatakan, tantangan yang dihadapi guru agama, termasuk PAI, saat ini tidak ringan. Sebab, dampak dari perkembangan teknologi yang pesat, para siswa begitu mudah mendapatkan pengetahuan yang diajarkan sangat profesional. Namun bukan berasal dari sosok guru.

Pengetahuan itu antara lain didapat dari berbagai platform media sosial atau alat pencari yang begitu mudah diakses tanpa mengenal tempat, waktu, dan kondisi. Untuk itu anak-anak di tengah kemajuan teknologi seperti sekarang, butuh pendampingan guru yang kompeten dan profesional.(gus)

Laporan JPG, Bandung

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Ribuan PPPK Paruh Waktu Rohul Belum Terima Gaji Januari 2026

Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…

16 jam ago

DPRD Meranti Tegas Tolak Kenaikan Tarif Ferry, Pengusaha Dipanggil Hearing

DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…

17 jam ago

Tiang FO Tumbang, Pemko Pekanbaru Dorong Jaringan Telekomunikasi Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…

18 jam ago

Satu Lokasi, Banyak Layanan: MPP Inhil Permudah Urusan Haji dan Umrah

MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…

1 hari ago

Patroli Malam Polisi Gagalkan Balap Liar, 29 Motor Diamankan

Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…

2 hari ago

Unri Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Digitalisasi Soft Skills Mahasiswa

Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…

2 hari ago