Categories: Nasional

Kasus Pencucian Uang Asian Games 2018, Polri Tetapkan 1 Tersangka

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Subdit III Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan 1 orang tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) proyek Asian Games 2018. Tersanga FA alias Ayong diduga telah merugikan negara senilai Rp8,9 miliar.

“Bareskrim Polri telah melakukan penyidikan tindak pidana penipuan dan pencucian uang dengan total kerugian sebesar Rp 8,9 milliar,” kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Awi Setyono kepada wartawan, Selasa (14/7).

Awi menjelaskan, kasus ini berawal pada Januari 2017. Saat itu FA menghubungi Direktur PT MRU, Elvan Hamzah dan menyampaikan dirinya mendapatkan beberapa proyek, salah satunya proyek venue Asian Games 2018. Proyek itu berupa pembuatan embung di Stadion di Jakabaring, Palembang.

“Dari awal sebenarnya Pak Hamzah ini tidak mau, namun dengan bujuk rayu tawaran dari FA ini yang bersangkutan akhirnya tertarik dengan iming-iming tersangka menyampaikan akan mendapatkan uang besar yang berasal dari APBD maupun APBN,” ucap Awi.

Hamzah semakin tertarik karena FA menjamin kelancaran pembayaran dengan jangka waktu paling lama 1-1,5 bulan. Terhitung sejak batu split atau batu belah sampai ke tempat pengiriman di Palembang.

Dalam proyek ini, dibutuhkan batu split atau batu belah sebanyak lima tongkang atau setara lima kapal pengangkut barang. Namun, setelah barang diterima, staf FA maupun yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. Akhirnya, proses pembayaran menjadi tidak jelas.

PT MRU, PT MDP dan PT PBBS kemudian memutuskan mengambil langkah hukum dengan membuat laporan kepada Bareskrim Polri. Setelah dilakukan penyelidikan, FA kemudian dijadikan tersangka.

“Penyidik melakukan pemeriksaan dan sudah diperiksa sebanyak 19 saksi termasuk pelapor, termasuk juga terlapor waktu itu. Akhirnya FA alias Ayong oleh penyidik ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan pencucian uang,” pungkas Awi.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 379 A KUHP junto Pasal 3 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU. Tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

3 jam ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

4 jam ago

HSBL Selatpanjang 2026 Dimulai, Simak Daftar Sekolah yang Siap Bertarung

HSBL 2026 Selatpanjang Series kembali digelar setelah vakum enam tahun. Enam sekolah siap bersaing dalam…

8 jam ago

Subsidi Listrik 2027 Diusulkan Rp117 Triliun, Naik Rp17 Triliun dari Tahun Ini

ESDM mengusulkan subsidi listrik 2027 sebesar Rp117,84 triliun, naik Rp17 triliun, sekaligus menaikkan target produksi…

9 jam ago

Polres Siak Tetapkan Tersangka Karhutla, Ratusan Ribu Meter Persegi Lahan Terbakar

Polres Siak menetapkan satu tersangka karhutla dan mengungkap tujuh titik kebakaran dengan total luas lahan…

10 jam ago

Truk 10 Roda Tabrak Dinding Jembatan di Inhu, Kendaraan Dialihkan ke Jalur Alternatif

Truk roda 10 menghantam dinding jembatan di Jalan Lintas Timur Inhu hingga melintang dan memicu…

14 jam ago