ac
Suatu hari Robi mengikuti perkulihan secara luring. Ia mendapatkan kelas yang AC-nya mati, ia pun merasa sangat kepanasan dan tak henti-henti menjadikan buku sebagai kipas.
Di jam selanjutnya Robi dan teman-temannya kembali ada kelas luring, namum di kelas yang berbeda. Ia berlari-lari untuk mendapatkan posisi di bawah AC.
Selang beberapa saat kemudian hawa dingin mulai menerpa kelas tersebut. Robi yang sengaja meninggalkan jaketnya di sepeda motor merasa menyesal. Ia juga menyesal karena memilih posisi di bawah AC.
Belum lagi remot AC yang tidak tahu rimbanya juga semakin membuat Robi merasa sebal. Ia ingin pindah ke kursi lain yang jauh dari AC, namun tidak ada satu pun kursi yang kosong.
"Alamak…!! Yang tadi kepanasan, sekarang malah kedinginan. Memang nggak beres,"pungkasnya.(anf)
Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo Happy School Holiday mulai Rp485 ribu per malam untuk menemani…
Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ASN menjadikan nilai Pancasila sebagai landasan kerja dan pelayanan publik…
MUED 2026 menjadi ajang Universitas Riau memperkuat kolaborasi berkelanjutan dengan mitra strategis melalui inovasi dan…
Wabup Rohul menemukan harga TBS sawit di sejumlah PKS masih di bawah ketetapan Pemprov Riau…
Sebanyak 816 peserta MTQ ke-44 Provinsi Riau resmi ditetapkan. Kuansing sebagai tuan rumah mengklaim seluruh…
Dua personel Polres Inhil resmi diberhentikan tidak dengan hormat. Kapolres menegaskan komitmen penegakan disiplin dan…