Categories: Nasional

Peserta Didik Diberi Penyuluhan

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan yang mengandung zat adiktif/berbahaya dan terlarang) belakangan ini amat populer di kalangan remaja dan generasi muda bangsa Indonesia, sebab penyalahgunaan narkoba ini telah merebak ke semua lingkungan, bukan hanya di kalangan anak-anak nakal dan preman tetapi telah memasuki lingkungan sekolah dan sekitarnya.

Dengan kondisi seperti inilah maka Dinas Kesehatan Kota Dumai melalui seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Syaiful melalui Sub Koordinator Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Martalena SKM mengatakan, Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat.

Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja.

"Sebagai upaya bahaya dari penyalahgunaan Napza itu maka instansi kami merasa sangat perlu mengadakan penyuluhan Napza dan penyakit menular kesemua jenjang pendidikan," ungkap wanita yang akrab disapa Lena ini.

Kegiatan yang dimulai 8 Februari hingga 9 Maret kemarin dengan sasaran siswa SMP sederajat dengan melibatkan 20 sekolah yang tersebar di 10 wilayah kerja Puskesmas Kota Dumai.

Ada banyak materi yang disampaikan kepada para peserta didik di penyuluhan ini. Kata Lena lagi, diantaranya tips mencegah penyalahgunaan napza, dimana remaja harus menyiapkan diri dan mental untuk menolak, pilih teman atau lingkungan yang baik dan membawa nilai positif bagi diri, belajar berkata tidak saat ditawari, isi waktu luang dengan kegiatan positif dan raih prestasi.

"Ketika ada temannya yang kecanduan napza juga jangan langsung dijauhi, tetaplah berteman tapi jangan coba ikut-ikutan, jangan menuduh apalagi menghakimi justru ajak teman berdiskusi tanyakan apa alasannya menggunakan napza, tunjukkan kepedulian kita dan ketulusan kita yang siap membantu untuk bisa sembuh dari ketergantungan napza," ujar Lena.

Semoga dengan penyuluhan yang dilakukan tersebut, kata Lena, peserta yang terdiri dari perwakilan peserta didik itu bisa makin tahu bagaimana bahaya dan mencegah diri dari penyalahgunaan napza, bagaimana mengatasi jika ada rekannya yang menggunakan napza sehingga generasi muda Kota Dumai bisa terbebas dari Napza dan penyakit menular.(rpg/egp)

 

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Minyak, Perang, dan Rapuhnya APBN Kita

Konflik Timur Tengah picu lonjakan harga minyak global. Indonesia dinilai rentan akibat ketergantungan impor energi…

16 jam ago

Hotel Aryaduta Pekanbaru Ikut Earth Hour, Padamkan Lampu Demi Bumi

Hotel Aryaduta Pekanbaru ikut Earth Hour dengan aksi padamkan lampu. Kampanye ini ajak masyarakat peduli…

16 jam ago

LPJU Tak Berfungsi, Jalan Sudirman Pekanbaru Jadi Rawan Kecelakaan

Lampu jalan di Jalan Sudirman Pekanbaru banyak tak berfungsi. Pengendara mengeluh karena gelap dan rawan…

16 jam ago

Tak Ada Toleransi, ASN Mangkir Usai WFA Siap Disanksi

ASN Pemprov Riau wajib kembali masuk kantor usai WFA berakhir. Pengawasan diperketat, tak ada toleransi…

17 jam ago

Pemko Pekanbaru Minta Provider Pindahkan Kabel ke Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru dorong kabel fiber optik dipindahkan ke bawah tanah. Langkah ini untuk menata kota…

17 jam ago

Truk Tangki Hantam Motor di Minas, Dua Orang Tewas di Tempat

Kecelakaan maut di Minas, Siak, dua pengendara motor tewas setelah ditabrak truk tangki. Diduga truk…

17 jam ago