celana
Suatu hati Lidia membeli celana di toko online. Ia memilih celana model terbaru yang sesuai dengan seleranya. Ia pun memilih-milih dan melihat komentar-komentar yang ditinggalkan pembeli.
Ia cukup yakin dengan pilihannya. Terlebih para konsumen kebanyakan memberikan bintang lima dan komentar positif untuk produk tersebut.
Beberapa hari kemudian, celana yang dipesan Lidia sudah sampai. Ia segera membuka paket dan mencoba celana tersebut. Namun sayang celana yang ia pilih kekecilan.
Kendati demikian, Lidia tak menyerah, ia kembali memesan dengan ukuran yang lebih besar di toko yang sama. Ia yakin kali ini pilihannya tepat. Ia membeli di toko yang sama terlebih setelah melihat kualitas celana yang telah datang meskipun kekecilan.
Setelah berlalu beberapa hari paket Lidia kembali sampai. Ia segera membuka paketnya dengam gembira. Namun, ia kembali menelan kekecewaan karena celana yang dipesan kebesaran.
"Alamak…! Kemarin kekecilan, sekarang kebesaran," ucap Lidia bergegas menuju tukang jahit terdekat untuk mengecilkan celananya.
"Besok-besok beli langsung di toko deh. Kalau kayak gini jadinya kan nombok," imbuhnya.(anf)
Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…
Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…
Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…
Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…
BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…