bumn-apresiasi-penahanan-benny-tjokro-harry-dan-heru-hidayat
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan dan menahan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi asuransi BUMN PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka yakni Komisaris PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Harry Prasetyo, dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat.
Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa oleh penyidik Kejagung. Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengapresiasi kinerja Kejagung dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Kami apresiasi saja. Kan itu kerjaan dari teman-teman dari BPK awalnya. Terus dari BPK diambil oleh teman-teman kejaksaan ya harus kita hormati. Berarti proses berjalan sejalan. Kami juga akan menyelesaikan bagian kami," ujarnya saat ditemui di Kementerian BUMN, Selasa (14/1).
Arya menambahkan, Kementerian BUMN terus mendukung dan mengikuti setiap proses pemeriksaan agar apat berjalan dengan baik.
"Yang pasti itu adalah proses dari BPK dan kejaksaan. Kami dorong terus supaya prosesnya berjalan baik," imbuhnya.
Sebelumnya, penetapan status ketiganya dibenarkan oleh Muchtar Arifin, kuasa hukum Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro. Pihaknya heran dengan keputusan penahanan dan menyebut prosesnya kurang masuk akal.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Pembangunan Tol Bukittinggi-Sicincin mulai memasuki tahap awal. Pengadaan lahan dan dampak proyek menjadi fokus pembahasan.
Meksiko membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan dalam laga yang diwarnai…
Keterlambatan pasokan BBM ke Pulau Bengkalis menyebabkan antrean panjang di SPBU. Warga juga mengeluhkan mahalnya…
Seekor bayi Gajah Sumatera betina lahir sehat di Taman Nasional Tesso Nilo. Kelahiran ini menambah…
Belanja pegawai Kepulauan Meranti mencapai 34,37 persen dari APBD. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius…
Bupati Bengkalis Kasmarni menegaskan SPMB 2026/2027 harus bebas titipan, jual beli kursi, pungli, dan penyalahgunaan…