Categories: Nasional

MUI Siak: Kehidupan Umat Beragama Kondusif dan Penuh Toleransi

SIAK (RIAUPOS.CO) — Kehidupan masyarakat Kabupaten Siak penuh toleransi, khususnya berkenaan dengan kebebasan dalam menjalankan ajaran agama bagi penganutnya. Sehingga tidak perlu diragukan situasi kondusif selama pelaksanan Natal dan Tahun Baru mendatang.

Demikian penjelasan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Siak KH Sofwan Saleh usai Salat Jumat di Siak, (13/12/2019). "Mengacu pada kondisi kehidupan umat beragama yang selama ini berjalan, Kabupaten Siak sangat kondusif, penuh toleransi dan selalu saling menjaga kerukunan. Tentunya kita sangat berharap ini dipertahankan sampai kapan pun," urainya.

Disebutkannya, meskipun di beberapa daerah terdapat sejumlah kejadian berkenaan perselisihan ormas dan hal lain terkait organisasi keagamaan, namun di Kabupaten Siak sejauh ini kehidupan beragama dan ormas berjalan kondusif.

Menghadapi Natal dan Tahun Baru, MUI Kabupaten Siak mengajak masyarakat tetap menjaga ketertiban dan tidak menggelar acara-acara yang dapat memicu konflik. Khususnya untuk acara yang bersifat umum. Sedangkan untuk acara ritual keagamaan, hendaknya tetap saling menjaga toleransi.

"Jadi sudah seharusnya umat lain, mengerti,” ujar mantan Kepala Kemenag Siak tersebut.

Sedangkan Tahun Baru 2020 yang akan tiba, juga tidak harus dirayakan secara berlebihan. Dan semestinya pergantian tahun disambut dengan rasa syukur dan doa agar bisa memanfaatkan umur yang tersisa di kehidupan duniawi ini, penuh keberkahan dalam persiapan menempuh kehidupan selanjutnya.

"MUI berharap umat muslim khususnya bisa menjadikan kehadiran Tahun Baru atau pergantian waktu ini dengan memanjatkan doa dan rasa syukur. Jadikan ini momentum mengintrospeksi diri," pungkasnya.

Laporan: Monang Lubis

 

Share
Published by

Recent Posts

Sempat Tertunda, Fakhriadi Syamsuddin dan Istri Resmi Berangkat Haji Bersama Kloter BTH 21

Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…

6 jam ago

Puluhan Warga Belanda Datangi Desa Koto Kombu, Napak Tilas Sejarah Keluarga

Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…

8 jam ago

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

19 jam ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

23 jam ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

1 hari ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

2 hari ago