Categories: Nasional

Aung San Suu Kyi Dituduh Menipu, Tutupi Genosida Rohingya

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– ”Nyonya, kebisuan Anda mengungkap lebih banyak daripada kata-kata Anda.” Kemarahan itu terlontar dari mulut pengacara Gambia Philippe Sands. Dia berang dengan pembelaan Aung San Suu Kyi pada militer Myanmar di Mahkamah Internasional. Padahal, bukti-bukti kebrutalan mereka terpampang nyata. Baik itu melalui foto-foto satelit, hasil wawancara, maupun penyelidikan yang dilakukan berbagai lembaga.

”Kata pemerkosaan tidak sekali pun keluar dari bibir Anda,” tegas Sands di hadapan para hakim Mahkamah Internasional, Kamis (12/12) seperti dikutip Agence France-Presse.

Baca juga: Di Mahkamah Internasional, Aung San Suu Kyi Tampik Tudingan Genosida

Suu Kyi yang memakai baju tradisional Myanmar duduk dengan tenang tanpa ekspresi saat mendengar Sands mengucapkan kalimat-kalimat tersebut. Penasihat Negara Myanmar itu sebelumnya berargumen bahwa yang terjadi di Rakhine pada 2017 lalu hanyalah operasi pembersihan yang menarget militan.

Menurut Sands, pernyataan tersebut sama saja dengan mengabaikan dugaan pembunuhan masal, pemerkosaan, dan pengusiran paksa yang terjadi secara meluas di Rakhine.

Paul Reichler, pengacara Gambia lainnya, menyatakan bahwa yang dibunuh militer Myanmar bukan hanya orang dewasa. Tapi juga bayi yang tidak berdosa. Mereka dipukul hingga tewas atau diambil dari tangan ibunya dan dibuang ke sungai.

”Berapa banyak dari anak-anak itu yang merupakan teroris? Konflik bersenjata tidak bisa menjadi alasan untuk melakukan genosida,” tegasnya.

Sementara itu, penduduk Rohingya yang terusir dari rumah mereka benar-benar berang saat menyaksikan pembelaan Suu Kyi di Mahkamah Internasional. Mereka berkumpul di ruangan yang terletak di kamp pengungsian Kutupalong, Cox’s Bazar, Bangladesh, untuk melihat jalannya persidangan. Begitu berangnya, beberapa orang bahkan sampai melepas sandal dan ingin melemparkannya ke televisi saat wajah Suu Kyi muncul.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Bela Myanmar di Sidang Mahkamah Internasional

Nurul Alam, salah seorang pemimpin Rohingya, mengungkapkan bahwa keputusan Suu Kyi membela militer Myanmar hanya menguntungkan diri sendiri. Peraih Nobel Perdamaian pada 1991 itu sengaja datang dan memaparkan kebohongan demi mendapatkan dukungan publik agar menang dalam pemilu 2020 mendatang.

Hal senada dilontarkan Nur Kamal. Dia menolak semua testimoni Suu Kyi. ”Militer membungkam orang-orang dan menembaki mereka, membakar mereka, apakah itu tidak disebut genosida?” tegas Kamal seperti dikutip Associated Press.

Kepala Arakan Rohingya Society for Peace and Human Rights Mohammed Mohibullah menegaskan bahwa bukti-bukti bisa membalik klaim tidak adanya genosida yang dipaparkan Suu Kyi. Mahkamah Internasional akan membuktikannya. Namun, biasanya proses tersebut butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum muncul putusan.

”Seorang pencuri tidak akan pernah mengaku, tapi keadilan bisa ditegakkan melalui bukti-bukti,” tegasnya.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

2 jam ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

2 jam ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

2 jam ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

1 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 hari ago