Categories: Nasional

Rasa Syukur, Salat Gerhana Akan Digelar

SIAK (RIAUPOS.CO) — Untuk memaknai Gerhana Matahari Cincin (GMC) ini lebih spiritual, Pemkab Siak, ­membuat beragam kegiatan di Kampung Bunsur maupun di Kota Siak Sriindrapura. ­Festival GMC akan dilakukan 24-26 Desember 2019. Sebagai kota yang lekat dengan nilai-nilai ­spiritual, maka Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, sudah jauh-jauh hari akan melakukan kegiatan keagamaan saat peristiwa itu berlangsung, seperti Salat Gerhana, tablig akbar, muhasabah, dan zikir bersama.

"Kita ingin, momen ini dijadikan sebagai rasa mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT. Peristiwa langka ini bisa disaksikan dengan sempurna di Kabupaten Siak dan masyarakat juga merasakan sisi lain dari gerhana ini," jelasnya saat mengunjungi redaksi Riau Pos, beberapa waktu lalu.

Salat gerhana ini akan dilakukan di lapangan Kampung Bunsur dan juga diharapkan untuk dilakukan di masjid dan musala se-Kabupaten Siak. Salat Gerhana dikerjakan dua rakaat dengan empat sujud ini, hukumnya sunah muakad. Umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan salat sunah dua rakaat atau disebut juga dengan salat sunah ­khusuf. Hukum salat ini adalah sunah muakad, yaitu dianjurkan untuk dilaksanakan tapi tidak ­diwajibkan. Sunah muakad disertai dengan penekanan yang kuat dan juga hampir mendekati wajib.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Nabi Muhammad bersabda, "Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-­tanda kekuasaan Allah, maka apabila kalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, lalu salat sehingga gelap hilang dari kalian, dan bersedekahlah."

Tata cara Salat Gerhana dapat dilakukan sebagai berikut; Berniat mengerjakan salat ­gerhana matahari (khusyufusy-syams), menjadi imam atau sebagai makmum. Lalu, tTakbiratul ihram. Membaca Surah Alfatihah dilanjutkan surah panjang. Rukuk, dengan memanjangkan waktu rukuk tersebut. Bangun dari rukuk (iktidal), membaca bacaaan ­iktidal, tetapi dilanjutkan dengan membaca surah Alfatihah, dan surah lain. Rukuk ­kembali, lebih pendek ­daripada rukuk sebelumnya. Iktidal, dilanjutkan dengan sujud, duduk di antara sujud, dan sujud ­kembali. Mengerjakan rakaat kedua, dengan cara yang sama dengan rakaat pertama (dengan dua rukuk), hanya bacaan-bacaannya lebih singkat. Salam setelah salat, imam kemudian ­berkhutbah dengan anjuran untuk zikir, doa, istighfar, dan sedekah. ***

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Seleksi Komisaris PT BLJ Resmi Dibuka, Ini Pesan Pemkab Bengkalis kepada Peserta

Pemkab Bengkalis membuka seleksi Komisaris PT BLJ. Empat peserta mengikuti serangkaian uji kelayakan dan kepatutan…

1 hari ago

BPBD Catat 20 Bangunan Terdampak Abrasi di Kuala Enok dalam Tiga Hari

Abrasi yang melanda Kuala Enok selama tiga hari merusak 20 bangunan dan fasilitas umum. Kerugian…

1 hari ago

Jadi Saksi di Sidang Korupsi Abdul Wahid, UAS Ungkap Fakta di Balik Pilgub Riau

Kesaksian UAS di sidang Abdul Wahid mengungkap perjalanan politik, dukungan Pilgub Riau, hingga konflik kepemimpinan…

1 hari ago

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya ke Ruang Kreatif

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning di Galeri Hang Nadim hadirkan karya seni yang…

2 hari ago

PLN UIP Sumbagteng Gelar Fun Walk di Bukittinggi, Perkuat Kebersamaan dan Budaya Hidup Sehat

PLN UIP Sumbagteng menggelar Fun Walk dalam Wellbeing Day di Bukittinggi untuk memperkuat kesehatan, sinergi,…

2 hari ago

Senat Unri Sahkan Delapan Bakal Calon Rektor, Tahapan Penentuan Tiga Kandidat Segera Digelar

Senat Universitas Riau menetapkan delapan bakal calon rektor periode 2026-2030. Tahap penyaringan dan penetapan tiga…

2 hari ago