Categories: Nasional

Dana Ilegal Ganggu Stabilitas Negara AS

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Isu hubungan Presiden AS Donald Trump dengan Ukraina makin kusut. Pada Rabu (9/10), FBI menangkap dua pengusaha AS, Lev Parnas dan Igor Fruman, di Bandara Internasional Dulles. Dua sosok tersebut diringkus karena terlibat dalam suntikan dana ilegal USD 325 ribu (Rp 4,5 miliar) saat kampanye pemilu sela 2018.

Saat itu Parnas dan Fruman berjalan dalam garbarata menuju pesawat Lufthansa Airlines ketika dua petugas berpakaian preman menghadang. Setelah menunjukkan paspor, mereka kembali digiring ke bandara dengan pengawalan ketat. Dua pria yang lahir di wilayah Uni Soviet itu akhirnya ditangkap dengan syarat tebusan masing-masing USD 1 juta (Rp 14 miliar).

Esoknya atau Kamis (10/10), jaksa umum Distrik Selatan New York Geoffrey Berman dan Direktur FBI New York William F. Sweeney Jr mengadakan konferensi pers. Mereka menjelaskan bahwa Parnas dan Fruman ditangkap karena kasus suntikan dana ilegal dalam kampanye 2018.

”Regulasi pendanaan kampanye dibuat untuk sebuah alasan. Rakyat AS berhak mendapat proses pemilu yang bebas dari pengaruh asing,” ujar Sweeney kepada New York Times.

Berman menyebutkan, ada empat kasus yang melibatkan Parnas dan Fruman. Kasus tersebut meliputi dugaan konspirasi, pernyataan palsu, dan pemalsuan dokumen. Semua itu dilakukan untuk memuluskan keperluan bisnis dan kepentingan politik dari Ukraina.

”Sebagai hasil sumbangan ilegal, mereka bisa melobi anggota kongres untuk mendepak Dubes AS untuk Ukraina (Marie Yovanovitch, Red),” ungkap Berman.

Saat ini Parnas dan Fruman diwajibkan membayar tebusan dan menyerahkan paspor mereka sebelum dibebaskan dari tahanan. Sebab, aparat khawatir mereka berusaha kabur. Tiket yang dipegang dua entrepreneur tersebut saat penangkapan hanya untuk penerbangan satu arah menuju Frankfurt, Jerman.

Penangkapan itu membuat politisi Demokrat di komite investigasi makin berapi-api. Adam Schiff dan anggota komite lainnya kenal dengan dua pengusaha tersebut. Selama berhari-hari, mereka berusaha memanggil Parnas dan Fruman. Mereka pun langsung memanggil keduanya untuk bersaksi di depan komite. ”Mereka tidak kebal hanya karena dekat dengan Giuliani (pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, Red),” tegas Schiff.

Demokrat tak tahu tentang pelanggaran dana kampanye oleh Parnas dan Fruman. Namun, mereka punya informasi bahwa dua orang tersebut merupakan fixer (pelobi) dalam kasus Giuliani dengan pemerintah Ukraina.

Menurut laporan yang mereka terima, dua orang itulah yang menghubungkan Giuliani dengan lingkaran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Fakta yang terungkap akibat penangkapan kali ini tentu membuat kecurigaan mereka terbukti.

Berdasar dokumen jaksa, mereka menyalurkan sumbangan kepada komite aksi politik America First Action atas nama perusahaan Global Energy Producers (GEP). Namun, perusahaan yang mengklaim bergerak di bidang energi itu ternyata tak punya pemasukan atau aset. Dana tersebut disalurkan kepada beberapa politikus Republik yang melakukan kampanye tahun lalu.

Sumber : Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sempat Tertunda, Fakhriadi Syamsuddin dan Istri Resmi Berangkat Haji Bersama Kloter BTH 21

Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…

5 jam ago

Puluhan Warga Belanda Datangi Desa Koto Kombu, Napak Tilas Sejarah Keluarga

Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…

7 jam ago

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

18 jam ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

22 jam ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

1 hari ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

2 hari ago