ILUSTRASI: Aktivitas warga di Terminal Type A Bandaraya Payung Sekaki. Jumat (13/9/2019).(MUSLIM NURDIN/*3)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kualitas udara di Pekanbaru terus memburuk. Kondisi ini membuat beberapa warga memutuskan untuk mengungsi keluar kota sementara waktu.
Hal itu terlihat saat Riau Pos menyusur ke Terminal Type A Bandara Payung Sekaki, Pekanbaru. Menurut Rey (24) warga Pekanbaru yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta ini, sudah sangat risih dan jenuh dengan kabut asap ini. Bahkan ia mengatakan akan meninggalkan Pekanbaru selama tiga pekan.
"Memang sakit rasanya kalau di Kota Pekanbaru asap terus menerus, apalagi sekarang kan asap makin tebal saja. Saya ada rencana mau pindah ke Bogor untuk tiga mingguan ke depannya" jelasnya.
Bukan hanya itu, pernyataan yang sama juga disampaikan Epta (36). Katanya, ingin meninggalkan Kota Pekanbaru sejenak mengunjungi keluarga yang di luar kota. Sekaligus liburan guna menghindari asap yang semakin pekat.
"Saya mau cepat pergi ke tempat saudara, asap tebal, sesak rasanya, sekalian liburan untuk refreshing sejenak biar nggak stres," imbuhnya.
Ia pun berharap asap yang melanda di wilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya ini cepat selesai teratasi dan secepatnya bisa menghirup udara segar kembali.
Laporan: Muslim Nurdin/*3
Editor: Edwir
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.