berenang
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sudah hampir dua bulan Sekar belajar berenang. Ia setiap satu atau dua kali dalam satu pekan pergi ke kolam renang umum untuk belajar bersama temannya.
Sekar sudah cukup mahir dalam berenang. Meskipun ia masih sering megap-megap dan memiliki ekspresi panik ketika berenang, tapi ia tetap bisa mempertahankan agar badannya tidak tenggelam sampai tepi kolam.
Suatu hari, teman Sekar pergi ke toilet dan meninggalkan Sekar berenang sendirian. Sekar hendak berenang menyeberangi kolam menuju tepian di ujung kolam.
Saat Sekar sampai di tengah-tengah kolam, ia mendengar teriakan-teriakan panik orang-orang yang menyebutkan seseorang sedang tenggelam dan perlu pertolongan.
Sekar mencoba fokus pada gerakan tangan dan kakinya agar bisa sampai ke tepi kolam, namun tiba-tiba seseorang meraih tangan Sekar dan menangkap badannya, sebelum akhirnya membawa ke tepi kolam.
Setelah sedikit merasa kebingungan, akhirnya Sekar menyadari jika orang yang diteriaki tadi adalah dia yang terlihat megap-megap hampir tenggelam di tengah kolam.
"Alamaak, ternyata aku yang disangka tenggelam," ujarnya dalam hati.
Kendati demikian, Sekar pura-pura bingung dan panik agar yang menolongnya tidak merasa malu.(anf)
Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…
Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…