berenang
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sudah hampir dua bulan Sekar belajar berenang. Ia setiap satu atau dua kali dalam satu pekan pergi ke kolam renang umum untuk belajar bersama temannya.
Sekar sudah cukup mahir dalam berenang. Meskipun ia masih sering megap-megap dan memiliki ekspresi panik ketika berenang, tapi ia tetap bisa mempertahankan agar badannya tidak tenggelam sampai tepi kolam.
Suatu hari, teman Sekar pergi ke toilet dan meninggalkan Sekar berenang sendirian. Sekar hendak berenang menyeberangi kolam menuju tepian di ujung kolam.
Saat Sekar sampai di tengah-tengah kolam, ia mendengar teriakan-teriakan panik orang-orang yang menyebutkan seseorang sedang tenggelam dan perlu pertolongan.
Sekar mencoba fokus pada gerakan tangan dan kakinya agar bisa sampai ke tepi kolam, namun tiba-tiba seseorang meraih tangan Sekar dan menangkap badannya, sebelum akhirnya membawa ke tepi kolam.
Setelah sedikit merasa kebingungan, akhirnya Sekar menyadari jika orang yang diteriaki tadi adalah dia yang terlihat megap-megap hampir tenggelam di tengah kolam.
"Alamaak, ternyata aku yang disangka tenggelam," ujarnya dalam hati.
Kendati demikian, Sekar pura-pura bingung dan panik agar yang menolongnya tidak merasa malu.(anf)
Kecelakaan maut di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, pemotor tewas diduga melawan arus usai tabrakan dengan…
HSBL 2026 resmi dimulai di Rengat. Tujuh tim pelajar siap bertanding dalam ajang basket terbesar…
Cuaca ekstrem di Madinah capai 43°C, sejumlah jemaah haji Riau alami gangguan ringan. Gelombang I…
Satpol PP Pekanbaru bongkar puluhan lapak PKL di jalan protokol karena melanggar aturan dan abaikan…
Harga sembako di Pekanbaru naik akibat BBM langka dan cuaca. Warga manfaatkan pasar murah untuk…
Banyak ruas jalan di Kuansing minim marka dan rambu. Dishub akui keterbatasan anggaran, targetkan perbaikan…