berenang
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sudah hampir dua bulan Sekar belajar berenang. Ia setiap satu atau dua kali dalam satu pekan pergi ke kolam renang umum untuk belajar bersama temannya.
Sekar sudah cukup mahir dalam berenang. Meskipun ia masih sering megap-megap dan memiliki ekspresi panik ketika berenang, tapi ia tetap bisa mempertahankan agar badannya tidak tenggelam sampai tepi kolam.
Suatu hari, teman Sekar pergi ke toilet dan meninggalkan Sekar berenang sendirian. Sekar hendak berenang menyeberangi kolam menuju tepian di ujung kolam.
Saat Sekar sampai di tengah-tengah kolam, ia mendengar teriakan-teriakan panik orang-orang yang menyebutkan seseorang sedang tenggelam dan perlu pertolongan.
Sekar mencoba fokus pada gerakan tangan dan kakinya agar bisa sampai ke tepi kolam, namun tiba-tiba seseorang meraih tangan Sekar dan menangkap badannya, sebelum akhirnya membawa ke tepi kolam.
Setelah sedikit merasa kebingungan, akhirnya Sekar menyadari jika orang yang diteriaki tadi adalah dia yang terlihat megap-megap hampir tenggelam di tengah kolam.
"Alamaak, ternyata aku yang disangka tenggelam," ujarnya dalam hati.
Kendati demikian, Sekar pura-pura bingung dan panik agar yang menolongnya tidak merasa malu.(anf)
KPK periksa 10 saksi dugaan korupsi proyek PUPR Riau yang menjerat Abdul Wahid. Penyidikan terus…
Satnarkoba Polres Kampar tangkap pria dengan 132 paket sabu siap edar. Pelaku positif narkoba dan…
Baznas Rohul luncurkan Z-Auto, 13 penerima manfaat dapat bantuan bengkel motor untuk dorong lapangan kerja…
Wako Pekanbaru paparkan capaian 2025 di Limapuluh, pastikan jalan dibeton dan targetkan pembersihan drainase 200…
Sebanyak 90 UMKM di Tandun terima sertifikat halal. Legalitas usaha dinilai membuka akses bantuan dan…
Imlek 2577 di Pekanbaru tanpa kembang api. Sebanyak 888 lampion dipasang dan perayaan bersama digelar…