Categories: Nasional

Airlangga Sebut Pemerintah Jaga Roda Perekonomian saat PPKM Darurat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah merespons cepat dampak dari penerapan PPKM darurat terhadap perekonomian dalam negeri. Bantuan bagi masyarakat kelas bawah, UMKM dan pelaku usaha pun disiapkan. Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sebuah pertemuan dalam jaringan, Senin (12/7).

"Saat ini pemerintah melakukan realokasi dan refocusing terhadap program-program PEN agar penanganan pandemi bisa mendorong daya beli masyarakat dan juga menjaga roda ekonomi sehingga dapat melanjutkan momentum pemulihannya," ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan tambahan anggaran untuk PPKM darurat ini sekitar Rp224,54 triliun. Anggaran ini dipenuhi oleh berbagai penghematan dan pemotongan anggaran di K/L yang dianggap tidak prioritas. Anggaran yang besar ini digunakan untuk kesehatan dan perlindungan sosial bagi masyarakat.

Dari sisi kesehatan digunakan untuk percepatan vaksinasi dan juga 3T. Dari sisi perlindungan sosial sejumlah bansos mulai digelontorkan di bulan ini. Ada bansos yang dipercepat penyalurannya seperti PKH dan ada juga yang diperpanjang masa berlakunya seperti bantuan sosial tunai.

Ia mengungkapkan, bansos yang akan segera dicairkan yakni pertama adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang ditargetkan mencapai 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Alokasi 2021 adalah Rp28,31 triliun, sementara realisasi baru mencapai Rp13,96 triliun.

Kedua, kartu sembako untuk 18,8 juta KPM dengan nilai Rp200 ribu per bulan. Pemerintah telah mengalokasikan Rp42,37 triliun. Namun hingga Juni baru terealisasi sebesar Rp17,75 triliun untuk 15,9 juta KPM.

Ketiga, bansos tunai (BST) diperpanjang hingga Agustus dengan target 10 juta KPM. Nilai yang diberikan Rp300 ribu per KPM per bulan. Penerima akan langsung mendapatkan jatah dua bulan yaitu Rp600.000.

Keempat, BLT desa yang ditargetkan mencapai 8 juta KPM dengan besaran nilai manfaat Rp300 ribu per KPM per bulan. Pendataan calon penerima BLT Desa dilakukan oleh kepala desa atau tim relawan desa dengan mempertimbangkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kemensos.

Selain itu, ia juga menilai pemerintah memberikan bantuan bagi UMKM dan pelaku usaha melalui diskon listrik untuk rekening minum perusahaan dan diskon bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA. Juga program kartu prakerja akan dipercepat pembukaan gelombang selanjutnya. "Pemerintah terus mendorong penyaluran berbagai insentif untuk UMK dan bantuan bagi masyarakat," tegasnya.(rls/egp)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

PTPN IV Rawat Kearifan Lokal, Balimau Kasai Jadi Simbol Harmoni

PTPN IV Regional III dukung tradisi Balimau Kasai di Tandun, Rokan Hulu, sebagai wujud pelestarian…

13 menit ago

Cara Memaksimalkan Rahmat Allah di 10 Hari Pertama Ramadan

Ustaz jelaskan cara memaksimalkan rahmat Allah di 10 hari pertama Ramadan melalui niat, ibadah, sedekah,…

24 menit ago

Ramadan Makin Berkesan, The Zuri Pekanbaru Hadirkan Iftar All You Can Eat Rp188 Ribu

The Zuri Hotel Pekanbaru hadirkan promo iftar All You Can Eat Rp188 ribu dengan 60…

30 menit ago

Laka Tunggal di Flyover Sudirman, Truk Tangki Kosong Terbalik

Truk tangki kosong terguling di flyover Sudirman Pekanbaru diduga akibat sopir mengantuk. Kerugian materil sekitar…

40 menit ago

749 Honorer Nondatabase Meranti Resmi Dialihkan ke Outsourcing Tahun 2026

Pemkab Kepulauan Meranti terapkan skema outsourcing bagi 749 honorer nondatabase mulai 2026 demi penataan non-ASN.

53 menit ago

Kunjungi Riau Pos, Kabid Humas Polda Riau Soroti Tantangan Informasi Publik

Kabid Humas Polda Riau tekankan pentingnya kecepatan dan akurasi informasi di era digital saat kunjungan…

1 jam ago