Categories: Nasional

PPKM Luar Jawa-Bali Mulai Menghijau

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Membaiknya situasi pandemi di Jawa dan Bali berdampak positif ke wilayah lainnya. Imbasnya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah luar Jawa-Bali juga mengalami pelonggaran.

Dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 21 Tahun 2022 tentang Perpanjangan PPKM Luar Jawa Bali, sebaran daerah level 3 telah menurun. "Untuk wilayah di luar Jawa dan Bali kini sudah kita lihat mulai menghijau," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Safrizal ZA kemarin (12/4).

Penurunan level itu, lanjut dia, menandakan pandemi Covid-19 semakin terkendali. Juga, berbanding lurus dengan naiknya capaian vaksinasi.

Inmendagri mencatat, dari 34 provinsi di Indonesia, sebanyak 31 provinsi memiliki kabupaten/kota yang masuk kategori level 1. Sebaliknya, tiga provinsi yang belum kategori itu adalah Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat.

Detail lainnya, daerah level 3 yang sebelumnya 110 daerah turun menjadi 43 daerah. Jumlah daerah yang berada di level 2, dari sebelumnya 250 daerah, naik menjadi 259 daerah. Sementara level 1 mengalami peningkatan tajam, dari yang sebelumnya hanya 26 daerah menjadi 84 daerah.

Pelonggaran lain dalam Inmendagri itu juga terjadi pada akses pintu masuk internasional. Tiga bandara kembali diperbolehkan menerima pelancong mancanegara. Yakni, Bandara Kualanamu Medan, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Internasional Jogjakarta. Sedangkan pintu masuk perjalanan penumpang internasional melalui jalur laut dilakukan melalui Tanjung Balai Karimun. Kebijakan itu, kata Safrizal, diterapkan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Terpisah, Kementerian Kesehatan juga memastikan bahwa kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Juru Bicara Kemenkes terkait vaksinasi Covid Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, ada tren penurunan kasus yang signifikan dibandingkan minggu sebelumnya.

Penurunan itu terjadi pada kasus konfirmasi yang turun 49,61 persen, kematian turun 33–37 persen, dan okupansi tempat tidur juga turun 36 persen. "Tapi, kita harus waspada karena dalam waktu dekat ada perayaan agama yang besar," katanya.

Terkait temuan varian baru, yakni XE, XD, dan XF, Nadia menyebut sejauh ini belum terdeteksi di Indonesia. Namun, Nadia optimistis upaya yang dilakukan pemerintah saat ini sudah bisa mengurangi peluang varian anyar itu masuk. Meski tidak ada lagi karantina, kebijakan tes PCR masuk ke Indonesia dinilai sudah mampu mendeteksi virus tersebut. Yakni, tes PCR saat di bandara kedatangan dan tiga hari sesudahnya.

Selain itu, upaya vaksinasi terus berjalan. Vaksinasi Covid-19 menurutnya mampu mengurangi risiko keparahan dan kematian. Sayang, baru enam provinsi yang sudah mencapai 70 persen vaksinasi kedua Covid-19. "Harapannya pemda ada inovasi. Terutama bagi yang menjadi tujuan mudik," tuturnya.(far/lyn/c17/bay/jpg)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Minyak, Perang, dan Rapuhnya APBN Kita

Konflik Timur Tengah picu lonjakan harga minyak global. Indonesia dinilai rentan akibat ketergantungan impor energi…

2 jam ago

Hotel Aryaduta Pekanbaru Ikut Earth Hour, Padamkan Lampu Demi Bumi

Hotel Aryaduta Pekanbaru ikut Earth Hour dengan aksi padamkan lampu. Kampanye ini ajak masyarakat peduli…

2 jam ago

LPJU Tak Berfungsi, Jalan Sudirman Pekanbaru Jadi Rawan Kecelakaan

Lampu jalan di Jalan Sudirman Pekanbaru banyak tak berfungsi. Pengendara mengeluh karena gelap dan rawan…

3 jam ago

Tak Ada Toleransi, ASN Mangkir Usai WFA Siap Disanksi

ASN Pemprov Riau wajib kembali masuk kantor usai WFA berakhir. Pengawasan diperketat, tak ada toleransi…

3 jam ago

Pemko Pekanbaru Minta Provider Pindahkan Kabel ke Bawah Tanah

Pemko Pekanbaru dorong kabel fiber optik dipindahkan ke bawah tanah. Langkah ini untuk menata kota…

3 jam ago

Truk Tangki Hantam Motor di Minas, Dua Orang Tewas di Tempat

Kecelakaan maut di Minas, Siak, dua pengendara motor tewas setelah ditabrak truk tangki. Diduga truk…

3 jam ago