Categories: Nasional

Banyak Safari, ICW Nilai Firli Cs Tidak Tegas di KPK

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri tidak tegas dalam agenda pemberantasan korupsi. Hal ini melihat dari kinerja Firli Cs yang belakangan ini kerap kali melakukan safari ke lembaga negara hingga kantor media massa.

“Terlalu banyak safari, ke DPR lebih dari dua kali. Kemudian pemanggilan saksi sempat beredar bisa diwakilkan oleh pihak lain, ini kejadian yang belum pernah ada di KPK. Tiba-tiba muncul acara yang tidak penting,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (13/2).

Selain itu, Kurnia pun menyoroti sikap Firli yang dengan sengaja mempertontonkan memasak nasi goreng di Gedung KPK. Menurutnya, seharusnya Firli bukan mempertontonkan itu ke publik. Tapi kerja secara serius menangani pemberantasan korupsi, seperti mencari keberadaan Harun Masiku. “Mempertontonkan rumah memasak nasi goreng, itu kan hal yang tidak harus dipertontonkan di depan publik,” sesal Firli.

Bahkan menurut Kurnia, kinerja pimpinan KPK jilid V sejak awal menjabat hingga kini belum pernah mendapat apresiasi publik. Menurutnya, dampak UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK dan pimpinan yang tidak tegas membuat publik menyesalkan kinerja lembaga antirasuah saat ini. “Tidak ada apresiasi kinerja KPK, mungkin bukan kelembagaan KPK, tapi lima orang pimpinan KPK,” sesal Kurnia.

Dalam kunjungannya ke Kementerian Perhubungan pada Kamis (13/2). Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan, tujuannya melakukan safari ke lembaga negara hingga media massa untuk mengingatkan agar menghindari praktik rasuah. “Ini menjadi penting sasarannya adalah Kementerian perhubungan, itu wilayah bebas dari korupsi, dan wilayah berhasil bersih dan melayani itu intinya,” ucap Firli di Kementerian Perhubungan.

Jenderal bintang tiga ini menegaskan, penguatan sistem pengawasan internal, merupakan hal penting bagi setiap lembaga negara untuk menghindari praktik koruptif. “Ini menjadi penting kalau saja seluruh inspektur itu bekerja dengan optimal melakukan perbaikan, pengkajian terhadap sistem pelayanan, sistem barang dan jasa, tentu tidak akan terjadi korupsi,” tandasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor :Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Fajar Fikri Juara Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron Soh

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 usai mengalahkan pasangan…

9 jam ago

Bawa Lari 12 Ekor Sapi Kurban senilai Rp195 Juta, “Adi Black” Ditangkap Polsek Rumbai

Polsek Rumbai menangkap seorang pria berinisial SK alias Adi Black akibat mengelapkan 12 ekor sapi…

9 jam ago

Marak Pasangan Mesum di Penginapan, Anggota DPRD Pekanbaru Minta Pemko Cek Izin THM dan Hotel

Anggota DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi meminta Pemko Pekanbaru tidak sekadar menggelar razia pekat, tetapi juga…

10 jam ago

Sempat Kirim Pesan Pamit, Perempuan Muda di Meranti Ditemukan Meninggal di Perairan Tanjung Kedabu

Suleha Rindiyani (22), warga Desa Tanjung Kedabu, Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia di perairan setempat…

10 jam ago

Rektor Prof Sri Indarti Kukuhkan Lima Guru Besar Universitas Riau dari Berbagai Keilmuan

Universitas Riau resmi mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu, meningkatkan jumlah total…

10 jam ago

Dishub Pekanbaru Jaring 47 Truk Tonase Besar Pelanggar Lalu Lintas

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bersama tim gabungan menjaring 47 truk tonase besar yang melanggar aturan…

10 jam ago