gugah-kesadaran-masyarakat-melalui-pendidikan-sekolah-pantai
DUMAI (RIAUPOS.CO) – Pemerintah kota Dumai terus berupaya menggugah kesadaran masyarakat untuk senantiasa menjaga pantai agar tidak kotor dari tumpukan sampah. Sebab wilayah pesisir merupakan tempat tinggal dan usaha bagi sebagian masyarakat Kota Dumai.
Kawasan ini menyediakan sumber daya alam yang berlimpah dan layak dijual dari segi ekonomi melalui ecowisata dan pemanfaatan lainnya. ’’Namun dibalik itu, daerah pesisir rentan terhadap perubahan lingkungan yang terjadi, serta bencana serta dampak perubahan iklim, " kata Asisten Pembangunan Setdako Dumai H Syahrinaldi, Senin (11/10) di Purnama.
Kata pria yang akrab disapa Ucok Melayu ini menambahkan, karena itu masyarakat yang tinggal di daerah ini perlu memahami mengenai mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim untuk meningkatkan ketangguhan kawasan potensial ini.
Salah satu caranya adalah membangun kesadaran masyarakat, yang dimulai lewat dunia pendidikan sebagaimana yang dilaksanakan dalam Sekolah Pantai Indonesia (SPI).
Sekolah Pantai Indonesai (SPI) adalah suatu bentuk kegiatan penyebarluasan informasi dan pengetahuan mengenai fungsi, manfaat, aktivitas manusia dan faktor iklim yang dapat mempengaruhi keberlanjutan dan kelestarian sumberdaya ekosistem pesisir dan laut yang diberikan kepada siswa SMP/SMU sederajat di wilayah pesisir.
Katanya lagi, SPI hadir sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia di wilayah pesisir dan laut.
Tentunya melalui SPI, diharapkan lahir generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan, yang memiliki rasa cinta dan kepedulian yang tinggi, dalam mengelola lingkungan dan kekayaan sumber daya pesisir dan laut serta melestarikan budaya bahari sebagai jati diri bangsa maritim.
Bersih-Bersih Pantai dan Tanam Mangrove
Sebagai bentuk menggugah kesadaran tersebut, siswa-siswa di Sekolah Pantai Indonesia (SPI) SMKN Perikanan Provinsi Riau di Kota Dumai melakukan aksi tanam mangrove dan bersih pantai di Batu Bintang Purnama.
Kegiatan aksi Sekolah Pantai Indonesia dihadiri oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kota Dumai, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau, Bappedalitbang Provinsi Riau, Dinas Pendidikan Provinsi Riau , Dinas Perikanan Kota Dumai, Camat Dumai, MAN 1 Tebing Tinggi, dan utusan dari beberapa sekolah.(mx12/esi)
Balita 4,5 tahun diduga hanyut di Sungai Kuantan belum ditemukan. Basarnas turunkan alat pendeteksi, pencarian…
ASN Pekanbaru diwajibkan punya komposter di rumah. Kebijakan ini jadi langkah awal Pemko mengurangi sampah…
Kabel semrawut di Pekanbaru jadi sorotan. Banyak provider belum berizin, Pemko siapkan aturan tegas demi…
Bupati Siak pastikan PPPK tidak dirumahkan meski anggaran tertekan. Pemkab fokus efisiensi dan dorong ekonomi…
Pacu sampan Kampar 2026 diikuti 25 tim. Selain melestarikan budaya, ajang ini juga menjadi daya…
Belasan pasien gagal berobat di RSUD Bengkalis karena poli tutup saat libur nasional, meski aplikasi…