Categories: Nasional

Kapolri: Sikat Premanisme Se-Indonesia

JAKARTA, (RIAUPOS.CO) – Instruksi Presiden Jokowi untuk menindak premanisme direspons dengan cepat oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri langsung menginstruksikan kabareskrim dan kapolda se-Indonesia untuk menindak premanisme, khususnya untuk kejahatan pungutan liar. Bahkan, orang nomor satu di Polri itu akan menurunkan setiap kapolda yang tidak menindak premanisme.

Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, Polri saat ini fokus terhadap pemberantasan premanisme. Hal itu sesuai instruksi Presiden Jokowi yang sempat menerima keluhan dari sopir truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Soal pungutan liar atau pemalakan yang dilakukan  preman," paparnya.
Karena itu, Kapolri memberikan instruksi kepada seluruh jajaran untuk melakukan operas premanisme. Hasilnya, untuk sementara ini di Polda Metro Jaya teah diamankan 49 orang yang diduga melakukan pemerasan di wilayah Tanjung Priok.

"Preman ini meminta uang tip Rp10 ribu sampai Rp20 rib ke sopir," ujarnya.
Argo menuturkan, polisi segera menindak tegas premanisme. Sehingga, praktek pemerasan tidak berkembang begitu saja.  "Semua polda harus berperan, tidak menutup kemungkinan di semua daerah ada," terangnya.

Tidak hanya menindak premanisme di pelabuhan, namun juga berbagai fasilitas umum lainnya. "Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa akan digandeng untuk memberikan edukasi. Kalau tidak bisa diedukasi maka ditindak," jelasnya.

Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, akan memberikan teguran terhadap setiap kapolda dan kapolres yang belum menindak premanisme di wilayah masing-masing. "Kalau belum action, saya selaku kapolri akan tegur," tegasnya.

Semua kapolda dan kapolres harus merespon cepat dan mengmbil langkah, apabila ada pengaduan masyarakat terkait preman, pelaku curas, dan pemalak. Semua pelaku kejahatan konvensional harus diberantas habis. "respon cepat gangguan kamtibmas," ujarnya.

Sigit memastikan bahwa akan dilakukan pemantauan secara langsung terhadap jajarannya. Khususnya, dalam kaitan pemberantasan kejahatan premanisme.

"Saya ikuti perkembangan di lapangan, sudah dilaksanakan dengan baik atau tidak," jelasnya.
Masyarakat juga diminta untuk memanfaatkan apkasi Dumas Presisi dan layanan hotline 110. Bila, menemukan adanya perlakuan meresahkan dari oknum-oknum masyarakat.

"Bisa hubungi hotline dan akanresponcepat anggota di lapangan," urainya.(idr/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

25 menit ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

5 jam ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

5 jam ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

19 jam ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

20 jam ago