Categories: Nasional

Abraham Samad Heran Lihat Sikap Firli Bahuri Cs

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memberikan analisisnya terkait tuntutan rendah terhadap dua polisi penyerang Novel Baswedan. Menurut Samad, tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut ukum sangat aneh.

"Kemarin kita mendengar tuntutan setahun penjara terhadap pelaku penganiayaan pada penyidik KPK Novel Baswedan. Menurut saya tuntutan ini aneh dan melukai rasa keadilan hukum, khususnya Novel dan keluarga," kata Samad dalam keterangan yang diterima, Jumat (12/6).

Pertama, kata Samad, pelakunya adalah penegak hukum, dan korban adalah penegak hukum. Ini adalah kejahatan penegak hukum terhadap Novel sebagai penegak hukum. Seharusnya hukum melindungi penegaknya yang berintegritas dengan menuntut pelaku dengan tuntutan maksimal.
"Kedua, peristiwanya terkait dengan kinerja Novel dalam menjalankan fungsi penegakan hukum tipikor. Tuntutan itu sangat tidak berpihak kepada Novel dan keluarga sebagai korban, serta tidak mendukung agenda pemberantasan korupsi," kata dia.

Ketiga, lanjut Samad, jaksa gagal mengurai motif utama pelaku penyerangan kepada Novel. Motif ketidaksukaan pelaku kepada Novel sangat subjektif dan lemah secara hukum. Ada motif utama yang gagal dimunculkan.

"Keempat, jaksa gagal membongkar jaringan pelaku penyerangan dengan hanya menjadikan kedua pelaku sebagai tersangka tunggal. Padahal advokasi masyarakat sipil menyebut ada aktor intelektual yang sengaja dilindungi. Ini kejahatan hukum yang sangat sistematis," kata dia.

Kelima, Samad juga mempertanyakan sikap pimpinan KPK. Menurut dia, Firli Bahuri Cs mestinya melayangkan protes atau keberatan atas tuntutan itu. "Tetapi diamnya mereka seolah mengamini," kata dia.

Sumber: JPNN.Com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago