Categories: Nasional

Banjir Konawe, KLHK Teliti Ekses Perizinan Hutan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK),Siti Nurbaya mengatakan akan meneliti ada tidaknya ekses dari perizinan terhadap banjir besar di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Banjir itu yang menyebabkan ribuan warga mengungsi di Kabupaten Konawe Utara.

"Kalau soal ekses dari perizinan, kita akan teliti dulu. Saya minta datanya, (sedang) dikumpulkan, dari (Direktorat Jenderal) Konservasi, Planologi, DAS dan Hutan Produksi. Jadi kita teliti dulu. Tapi, memang indikasinya ada," kata Siti di Jakarta, Senin (10/6) lalu.

Siti mengatakan akan merapatkan persoalan banjir ini antar direktorat jenderal, mengingat menyentuh banyak aspek, dari mulai soal tambang, pertanian, perkebunan, sistem drainase, lanskap. Terkait penanganan di wilayah hulu, ia mengatakan akan sesuai arahan Presiden Jokowi, KLHK berkonsentrasi menangani persoalan di hulu dengan melakukan penanaman pohon.

"Tapi kalau sekarang tanam hasilnya kan baru tiga tahun lagi. Berarti sekarang yang harus dicek adalah bangunan-bangunan penahan, (mengatasi) erosi paling. Itu yang mungkin bisa dipercepat dari pada soal menanam, ya," ujar Siti.

Sedangkan terkait sistem drainase dan aliran air itu diserahkan ke npemerintah Kota karena dianggap lebih mengetahui kebutuhan dan kondisi wilayah."Jadi, kota mungkin dibantu oleh Kementerian PUPR".

Sebelumnya Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan puluhan ribu warga terdampak banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi di Sulawesi pada awal Juni 2019.

"Hingga Senin, sejumlah kabupaten terdampak banjir di Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Provinsi Sulawesi Tengah," katanya.

Sutopo mengatakan banjir di beberapa provinsi tersebut menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi dan menyebabkan kerusakan pada sektor pemukiman, pertanian, perikanan serta fasilitas umum.

Banjir tersebar di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, mengakibatkan 1.091 kepala keluarga (KK) atau 4.198 jiwa mengungsi. Sebanyak enam kecamatan terimbas banjir, yakni Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima dan Wiwirano. "Kecamatan Asera merupakan kecamatan dengan jumlah desa terdampak paling tinggi yaitu 13 desa," kata Sutopo.

Masih di Sulawesi Tenggara, banjir juga melanda Kabupaten Konawe. Banjir yang juga dipicu oleh curah hujan tinggi mengakibatkan 36 jiwa mengungsi dan 240 jiwa terdampak.

Sedangkan banjir di Sulawesi Selatan melanda wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang. Warga yang terdampak berasal dari Kelurahan Tanru Tedong 1.002 KK dan Desa Salobukkang 450 KK.

Di Sulawesi Tengah, banjir melanda Kabupaten Morowali yang menyebabkan 263 KK di Desa Lele dan 298 KK di Desa Dampala mengungsi.  (ADV)

Sumber: Republika

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

1 hari ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

1 hari ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

1 hari ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

1 hari ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

1 hari ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

2 hari ago