bank-salah-transfer-uang-tak-bisa-kembalikan-disidang
SURABAYA (RIAUPOS.CO) — Ardi Pratama merasa mendapat rezeki nomplok ketika uang Rp51 juta nyasar ke rekeningnya. Uang itu masuk ke rekening Ardi karena pihak bank salah transfer. Uang tersebut semestinya ditransfer ke rekening nasabah bernama Philip, tetapi justru terkirim ke rekening Ardi. Pria 29 tahun itu diam-diam berniat menggunakan uang tersebut ketika mendapat pemberitahuan uang puluhan juta rupiah masuk ke rekeningnya.
Jaksa penuntut umum I Gede Willy Pramana menyatakan, pekerja serabutan asal Manukan Lor itu tidak mau tahu asal usul uang tersebut. Ardi merasa uang yang masuk ke rekeningnya sudah menjadi miliknya.
"Tanpa mengonfirmasi lebih dulu kepada bank yang mentransfer dan tanpa memeriksa ulang mutasi rekeningnya, baik secara electronic banking maupun melalui printout buku rekening, untuk mengetahui pihak yang mentransfer, seolah-olah terdakwa sebagai pemilik sah uang yang masuk ke rekeningnya," ujar jaksa Willy dalam dakwaannya saat sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (11/2).
Ardi langsung mentransfer Rp31 juta ke rekening ibunya. Uang tersebut lantas digunakan terdakwa untuk membayar cicilan sepeda motor. Terdakwa yang tidak pernah tamat sekolah itu juga memakai uang Rp20 juta sisanya untuk berbelanja online di marketplace.
"Di dalam rekening terdakwa, tidak tersisa lagi uang transfer Rp51 juta," katanya. Namun, saat diminta mengembalikan uang tersebut, Ardi tidak mampu. Akibatnya, pihak bank merugi Rp51 juta.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…
Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…
Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…
RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…