Categories: Nasional

MUI Ingatkan Presiden Tidak Menunjuk Kapolri Berdasarkan Kedekatan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), DR Anwar Abbas meminta Presiden Jokowi untuk bersikap arif bijaksana dan penuh pertimbangan dalam menunjuk Kapolri baru. 

Selain itu, kata dia, penunjukan seorang Kapolri tidak hanya dilihat dari faktor kedekatan,loyalitas dan profesionalitas semata. Namun juga harus dilihat dari kondisi bangsa saat ini dimana masyarakat sudah paham dan pintar menganalisa situasi.

Ia menyadari, bahwa hak untuk mencalonkan dan menunjuk siapa yang akan menjadi Kapolri ada di tangan presiden. 

"Tapi meskipun demikian presiden hendaknya kalau akan mencalonkan dan menunjuk seseorang menjadi Kapolri  pertimbangannya tentu tidak cukup hanya didasarkan kepada kedekatan, loyalitas dan profesionalitas saja tapi harus lebih luas dari itu yaitu mana yang lebih besar maslahat dan manfaatnya bagi bangsa dan negara," kata Anwar keterangan tertulisnya, Selasa (12/1/2020)

Apalagi, sambung dia, akhir-akhir ini hubungan antara pemerintah dan umat Islam agak terganggu karena ada sebagian umat Islam yang melihat bahwa di negeri ini sekarang telah terjadi kriminalisasi terhadap ulama. 

"Meskipun pemerintah katanya tidak melakukan itu tapi sikap dan pandangan ini tentu tidak boleh dianggap enteng oleh pemerintah karena dia bisa menjadi seperti api di dalam sekam," ucapnya.

Anwar mengingatkan, jika seandainya sebagian besar umat islam merasa terus menerus disakiti dan dikecewakan, ditambah lagi dengan persoalan krisis kesehatan karena Covid-19 yang tidak jelas kapan berakhirnya dan juga krisis ekonomi yang cukup berat yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara ini maka tentu tidak mustahil berbagai kemungkinan yang tidak inginkan akan bisa terjadi.

Secara pribadi, Anwar sendiri pesimis jika presiden salah dalam menentukan Kapolri baru, sebab akan menimbulkan gejolak dimasyarakat dan menggangu sistem bernegara.

"Oleh karena itu, sebagai anak bangsa saya khawatir  penunjukan Kapolri baru bila salah pilih akan melahirkan reaksi yang tidak baik bagi perkembangan kehidupan bangsa kedepannya," terangnya.

Untuk itu, ia berharap dalam penunjukan dan penetapan seorang Kapolri di tengah-tengah situasi seperti ini presiden sangat diharapkan dan dituntut kearifannya untuk bisa memilih sosok seorang Kapolri yang bisa diterima oleh masyarakat secara luas. 

"Agar kita sebagai bangsa bisa berkonsentrasi penuh di dalam mengatasi masalah yang sangat2 berat yang kita hadapi saat ini, yaitu mengatasi Covid-19 dan krisis ekonomi yang sangat memerlukan persatuan dan kesatuan dari seluruh warga bangsa," pungkasnya. 
 

Laporan: Yusnir (Jakarta)
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

4 jam ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

12 jam ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

12 jam ago

Gaji Juni dan Gaji Ke-13 ASN Rohul Cair Bulan Ini

Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…

12 jam ago

40 Bikers Honda Adu Kemampuan di Safety Riding Regional Competition 2026

Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…

12 jam ago

RS Awal Bros Pekanbaru Raih Penghargaan Menteri Kesehatan atas Capaian Imunisasi Nasional

RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…

13 jam ago