Diprediksi Super-Holding ala Erick Tohir Baru Terbentuk 2024
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan mengubah rencana super-holding dari menteri sebelumnya, Rini M Soemarno. Meskipun demikian, konsepnya hampir mirip.
Pengamat BUMN Toto Pranoto memperkirakan, konsep Erick membutuhkan persiapan lebih matang. Sebab, perusahaan-perusahaan pelat merah perlu diperkuat terlebih dahulu sebelum masuk sub-holding, dan selanjutnya super-holding.
"Mungkin dia melihat sub-holding-nya belum cukup kuat. Sehingga dia lakukan dulu pembenahan. Kalau betul-betul kuat nanti kita akan berpikir bikin super-holding-nya mungkin 4-5 tahun ke depan mungkin ada super-holding-nya," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/12).
Toto menjelaskan, sebelum membentuk super-holding, dibutuhkan holding sektoral yang kuat. Hal itu seperti super-holding Singapura, Tamasek, yang juga memiliki sub-holding kuat.
"Jadi, saya kira konsepnya hampir sama. Kalau kita konsolidasikan sub-holding-nya atau holding sektoral yang lama itu menjadi lebih kuat, dampak yang kuat bagi masyarakat dan secara kesehatan juga oke. Baru kemudian bisa pikirkan buat super-holding," tuturnya.
Toto pun melihat, Erick saat ini mengarahkan kebijakannya pada fungsi konsolidasi ke level sub-holding. "Bukan sekarang buat super-holding, tapi kita enggak punya landasan yang kuat di sub-holding," imbuhnya.(jpg/egp)
Jembatan bailey sepanjang 24 meter di Jalan Nelayan Pekanbaru selesai dipasang BWS Sumatera III dan…
Jelang vonis kasus dugaan korupsi, Abdul Wahid tetap menyatakan tak bersalah. Pengacaranya meminta hakim menolak…
Pemkab Kepulauan Meranti mengalokasikan anggaran gaji ke-13 dan THR bagi PPPK Paruh Waktu dalam RAPBD…
Pemprov Riau menyiapkan senam bersama dan penanaman 2.200 pohon di Stadion Utama Riau untuk memeriahkan…
Pensiunan PNS berinisial AL di Bangkinang ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah…
Pemkab Inhil mulai memverifikasi data pedagang Pasar Yos Sudarso sebagai tahapan awal relokasi untuk mewujudkan…